Meningkatkan Literasi dengan Membaca, Menulis dan Berkarya

Pemkab Probolinggo terus gaungkan ayo membangun madrasah. [wiwit agus pribadi]

Probolinggo, Bhirawa
Upaya meningkatkan literasi, membuat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menggelar Gerakan RA/Madrasah, Membaca, Menulis dan Berkarya, di Obyek Wisata Pantai Bentar Desa Curahsawo, Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang mengambil tema Gerakan Ayo Membangun Madrasah (Geramm) untuk Menuju Masyarakat Probolinggo Jaya, Religius dan Berkualitas ini diikuti 3 ribu siswa dan guru se-Kabupaten Probolinggo. Secara resmi kegiatan ini dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo.
Tutug menjelaskan, tugas kedepannya melalui Gerakan Ayo Membangun Madrasah (Geramm) menginspirasi bagi semua. Yakni, Gerakan Madrasah Sehat, Gerakan Madrasah Furudul Ainiyah, Gerakan Madrasah Inovasi dan Gerakan Madrasah Literasi dapat membangun kualitas madrasah khususnya di Kabupaten Probolinggo.
“Gerakan yang digagas Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo ini sesuai dengan visi misi Ibu Bupati Probolinggo, Hj P Tantriana Sari SE yakni Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Probolinggo Berakhlak Mulia. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, inovatif dan kreatifitas siswa dan guru,” harapnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Santoso menyatakan, dengan adanya madrasah menulis, madrasah membaca, madrasah berkarya dan madrasah berbudaya ini dapat bermanfaat dalam kemajuan madrasah di Kabupaten Probolinggo.
“Kegiatan Gerakan Ayo Membangun Madrasah ini merupakan tindak lanjut yang telah dilaunching ibu bupati beberapa waktu lalu, untuk dilaksanakan di masing – masing lembaga yakni di madrasah maupun di sekolah,” katanya.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Didik Hariyadi menyampaikan kegiatan sinergitas Radhlatul Adhfal (RA) madrasah yang didukung Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo ini diikuti sebanyak 1000 siswa, guru menulis sejumlah seribu orang dan berkarya sejumlah seribu orang. ”Momentum yang bermanfaat ini siap mengawal dan membangun peradaban milenial memasuki revolusi industry 4.0,” ungkapnya.
Tindak lanjut Gerakan Ayo Membangun Madrasah (Geramm) terdapat beberapa kegiatan pendukung, salah satunya lomba menulis pengalaman terbaik dalam mengajar (best practice), yang dilaksanakan seminggu yang lalu, tepatnya 22 Januari 2020 dan diikuti para guru pengajar se-Kabupaten Probolinggo.
Penghargaan bagi para pemenang lomba menulis best practice. Menulis pengalaman terbaik dalam mengajar (best practice) dimaksudkan bahwa karya tulis yang telah menceritakan pengalaman terbaiknya dalam menyelesaikan permasalahan dihadapi pendidik dan tenaga kependidikan, sehingga nantinya dapat memperbaiki mutu layanan kependidikan dan pembelajarannya.
Sembilan karya terbaik pemenang lomba menulis pengalaman terbaik dalam mengajar (best practice) diantaranya Izzati Sholehatin dari MTsN 1 Probolinggo, Taufikur Rahman dari MAN 1 Probolinggo, Ruma Wisata dari MIN 2 Probolinggo, Siti Suhaimi dari RA Nawa Kartika Leces, Sumiati dari MI Raudhlatul Jannah 2 Maron, Abdullah dari MTs Nurul Qodim Paiton, Siti Munawaroh dari MTsN 1 Probolinggo, Samsul Hadi dari MTs Maulana Ishak Gending dan Nur Fadilah dari RA Al – Hidmah Maron.
Ketua Tim Gerakan Ayo Membangun Madrasah (Geramm), Harsoyo Mukhtar menyampaikan terima kasih kepada para peserta yang mengikuti lomba menulis pengalaman terbaik dalam mengajar (best practice). ”Semoga lomba ini bisa menjadi sebuah motivasi yang akan menjadikan sebuah pembelajaran dan pengetahuan kedepannya,” tambahnya. [wap]

Tags: