Menjadi Guru Berdaya

Judul Buku : Guru Berdaya Kelas Berjaya
Penulis : Kams
Halaman : 89 halaman
Tahun : Januari 2020
Penerbit : MejaTamu
ISBN : 978-623-7052-70-8
Peresensi : Ririn Wijayanti
Kegiatan sehari-harinya sebagai pendidik di SDN Rangkah I Surabaya.
Menyoal kemerdekaan belajar yang gencar diperbincang pada dunia pendidikan saat ini. guru dan siswa memiliki peran yang sama-sama penting. Merdeka belajar bagi guru merupakan kebebasan mereka untuk berinovasi. Dengan adanya inovasi pembelajaran yang diciptakan guru, akan berdampak “merdeka belajar” bagi siswa. Siswa dapat mengkuti proses pembelajaran dengan menyenangkan. Hal ini akan berdampak untuk meningkatkan prestasinya.
Mewujudkan siswa berprestasi merupakan mimpi setiap sekolah. Siswa berprestasi dapat menyabet juara di ajang perlombaan. Selain itu siswa berprestasi dapat berpikir kritis dan kreatif. Hal ini dapat meningkatkan kemampuannya untuk berkarya. Sederet piala yang diperoleh akan menjadi kebanggan tersendiri bagi sekolah tersebut. Namun, mewujudkan siswa berprestasi tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Buktinya, sekolah yang memiliki siswa berprestasi masih dikuasai oleh sekolah tertentu saja. Terlebih sekolah swasta dan dengan dukungan orang tua yang luar biasa. Sekolah favorit pun masih tetap melekat menjadi kepercayaan walimurid. Hal ini membuktikan jika masih ada sekolah favorit, maka siswa berprestasi belum dapat tersebar rata. Padahal siswa memiliki kesempatan yang sama dalam segala aspek. Sesungguhnya setiap anak memiliki potensi yang luar biasa.
Dari siniliah, buku Guru Berdaya Kelas Berjaya dapat menjadi solusi atas persoalan tersebut di atas. Buku ini membahas upaya guru dalam berinovasi untuk menciptakan generasi yang berjaya. Untuk menyongsong generasi emas Indonesia 2045 guru perlu meningkatkan kompetensinya.
Buku ini menjawab tantangan merdeka belajar yang selama ini membumi. Menunjukkan bahwa jika guru berdaya maka tak akan tergantikan meskipun era digital meradang. Sebaliknya jika guru berdaya maka dapat berjalan selaras dengan era revolusi 4.0 untuk membentuk siswa berprestasi.
Mewujudkan siswa berprestasi membutuhkan campur tangan dari guru. Inovasi pembelajaran merupakan esensi yang memiliki andil besar. Inovasi pembelajaran yang diciptakan guru dapat berupa media pembelajaran, buku ajar, model pembelajaran, dll. Penciptaan inovasi belajar menjadi keniscayaan yang tak dapat ditawar lagi. Tentulah ada perbedaan antara guru pada kelas yang melakukan inovasi pemebelajaran dan yang tidak berinovasi. Kelas merupakan ruang berekspresi bagi peserta didik. Di sini mereka dapat melakukan aktivitasnya secara mandiri maupun sinergis dengan teman-temannya (hlm 3). Sebaliknya jika kelas konvensional, mereka kurang dapat bersinergi dengan teman-temannya. Kelas terasa membosanakan. Jenuh. Hingga siswa ingin segera pembelajaran cepat usai.
Agen perubahan yang diwujudkan guru tertuang pada buku ini, dapat dijadikan sebagai rujukan berinovasi. Buku ini memberikan panduan bagi guru ntuk memberikan pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Salah satunya melalui media pembelajaran. Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan materi yang menjadi bahan pembelajaran. Menurut Nurgiyanto fungsi media dalam pembelajaran adalah (1) memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitas (2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya nalar (3) menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara siswa dengan sumber belajar, dan (4) memungkinkan siswa mandiri dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestiknya (hlm 10).
Jika siswa sudah dapat berpikir kritis dan kreatif tentu prestasi akan menghampiri. Membuat suatu karya juga akan terasa lebih mudah. Hal ini telah dibuktikan dengan gemilangnya prestasi yang diraih oleh delapan duta literasi. Dengan sentuhan inovasi guru membuat “pohon literasi” sudah menjadi kebanggan tersendiri bagi sekolah, orang tua, dan siswa itu sendiri. Insiyah mengatakan,”Delapan duta literasi pernah masuk dalam tablod PENA dalam rangka hari Batik nasional pada edisi Oktober 2019.” (hlm 19). Itulah bukti pentinya inovasi pembelajaran untuk mendulang prestasi siswa.
Kembali pada fokus pembahasan memberdayakan prestasi siswa, maka buku ini wajib dimiliki oleh guru. Buku ini sangat sederhana, namun dapat dipahami oleh segala kalangan. Inovasi-inovasi dalam buku ini dapat diimplementasikan di berbagai kelas dan sekolah. Mulai jenjang SD sampai dengan SMK. Lebih menarik lagi bahwa buku ini dilengkapi dengan cara pembuatan media. Diskripsi kegiatan yang unik dan apik. Buku ini sangatlah menginspirasi guru. Jika Anda inngin mewujudkan siswa berprestasi, sudah sepatutnya Anda membaca dan memiliki buku ini.
———- *** ————

Rate this article!
Menjadi Guru Berdaya,2.80 / 5 ( 5votes )
Tags: