Menjadi Guru Penggerak Lingkungan Hidup, Kenapa Tidak?

Oleh :
Ainy Mauliddiyah
Guru SMP Negeri 8 Surabaya

Gebrakan kebijakan Kemendikbud di tangan kepemimpinan Mas Menteri Nadiem Makarim mampu menghadirkan perubahan yang yang sangat signifikan. Mulai dari program merdeka belajar, guru berbagi, guru belajar di masa covid-19, hingga guru penggerak.

Angin perubahan tersebut membuat kita para palaku pendidik negeri ini menjadi ikut tertantang. Terpicu oleh gebrakan yang diluncurkan oleh Kemendikbud di era kabinet indonesia maju Jokowi, guru menjadi semakin kreatif dan produktif. Mengembangkan sayap tak hanya di dunia mengajar, namun di dunia teknologi, literasi, dan hal positif lainnya.

Di web guru penggerak, syarat menjadi guru penggerakpun juga tidak selalu mempunyai pengalaman menjadi penggerak di dunia mengajar. Pengalaman membina, melatih orang lain di luar mengajar disekolah itu yang diminta. Orang lain itu adalah bisa guru, murid, dan masyarakat.

Penulis terinspirasi oleh gagasan ini. Menjadi guru penggerak tak harus penggerak di dunia mengajar. Pengalaman di luar itu, bisa kita inputkan. Sesuai dengan jargon dari Bapak Pendidikan Nasional kita, Kihajar Dewantara, “Ing ngarso sung tulodho, Ing madyo mangun karso, Tut Wuri Handayani”. Yang artinya di depan memberi contoh, di tengah mencipta ide, dibelakang memberi dorongan. Inilah roh dari guru penggerak.

Menjadi guru penggerak yang menginspirasi di lingkungan hidup, kenapa tidak?, karena guru merupakan tonggak pergerakan kemajuan. Apapun itu bidangnya. Memilih menjadi penggerak di lingkungan hidup merupakan salah satu langkah yang tepat menjadi inspirator dalam menyelamatkan bumi.

Meskipun masih dalam lingkup kecil, langkah menyelamatkan bumi lewat tangan guru menjadi sangat besar dan bermakna. Guru bisa menjadi inspirator dan membina untuk lingkungan hidup bagi muridnya, teman sejawat dan tentunya masyarakat sekitarnya untuk melakukan aksi menghijaukan bumi ini.

Di Surabaya ada wadah bagi guru untuk mengembangkan kreativitas ini. Tunas hijau salah satunya. Organisasi yang ada di Pemerintah Kota Surabaya ini mempunyai peran dalam hal lingkungan hidup. Lewat programnya keluarga sadar iklim 2020 yang didukung oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya, guru bisa ikut andil dalam mengkampanyekan aksi lingkungan yang sehat.

Menggerakkan masyarakat untuk menyadari akan menciptakan lingkungan yang sehat tidaklah mudah. Harus dengan langkah konkrit nyata dan berupa penyuluhan. Bagi guru yang sudah terbiasa melakukan aksi di sekolah menjadi modal untuk melakukan aksi di lingkungan masyarakat sekitar. Menjadi guru penggerak di lingkungan hidup, adalah aksi nyata dalam mencipta masyarakat yang sadar akan pentingnya lingkungan sehat, bersih, dan asri. Menciptakan lingkungan yang sehat untuk bumi menjadi tujuan utama dari guru penggerak lingkungan hidup. Namun lingkungan hidup adalah menjadi tanggung jawab bersama. Bukan ditangan para penggerak.

Sesuai dengan Permen Limgkungan Hidup dan Kehutanan no.P 52 Tahun 2019 pada Bab 1 pasal 1, yang menyatakan bahwa warga sekolah mempunyai peran dalam upaya penerapan perilaku ramah lingkungan hidup atau kita kenal dengan istilah PRLH. Sikap perilaku ramah lingkungan hidup juga bisa kita terapkan dalam lingkungan tempat tinggal. Dewan pendidik atau guru menjadi salah satu warga sekolah yang sangat berperan dalam memberikan contoh upaya ramah lingkungan bagi warga yang lain.

Melihat maraknya perilaku masyarakat yang masih belum sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sehat, disinilah peran guru bisa masuk. Disamping mendidik di sekolah, guru diperlukan dalam menggring masayarakat untuk melakukan kebiasaan baik yang ada di lingkungan kita serta langkah untuk mengatasi masalah lingkungan hidup. Contoh yang bisa diangkat adalah masalah polusi udara. Fenomena polusi udara menjadi sorotan penting dari berbagai pihak di penjuru dunia. Bahkan dapat menjadi isu permasalahan global. Sebagai insan pendidik, guru dapat menyematkan isu masalah ini kedalam perencanaan pembelajaran.

Isu masalah baik lokal dan global dapat kita angkat kedalam pembahasan di topik pembelajaran yang sesuai. Kita ajak anak didik kita juga ikut peduli. Dengan melibatkan peserta didik untuk ikut andil terhadap lingkungan hidup dan menjadikan mereka generasi yang tanggap akan isu alam yang sedang menghadang. Juga mengajak anak-anak untuk ikut berfikir, berpendapat dan berperilaku hidup sehat untuk lingkungan sekitar.

Lingkungan hidup tidak akan pernah terpisah oleh langkah aktivitas kita sehari-hari. Melangkah untuk lingkungan tidak akan pernah merugi. Waktu yang terbuang tidak akan sia-sia, untuk kelangsungan nyawa bumi ini. Guru penggerak lingkungan hidup dapat menciptakan inovasi-inovasi yang terkait dengan pembelajaran. Inovasi yang dihadirkan seorang guru adalah sebuah karya yang dapat di publikasikan untuk sebuah kampanye lingkungan hidup.

Ketika seorang guru mengkampanyekan sebuah aksi lingkungan hidup ini merupakan wujud aksi nyata untuk alam dan menyelamatkan aset bumi untuk generasi mendatang. Dengan tujuan ini dunia pendidikan akan lahir generasi-generasi emas yang peduli akan lingkungan hidup. Semoga konsisten untuk pilihan menjadi guru penggerak lingkungan hidup, untuk mengajak dan menjaga kelestarian bumi ini.

———— *** —————

Tags: