Mensos Khofifah Sidak Gudang Bulog Situbondo

Mensos RI Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kasub Bulog Divre Bondowoso Samiran, saat meninjau stock beras di Gudang Arjasa, Situbondo, kemarin. [sawawi/bhirawa].

Mensos RI Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kasub Bulog Divre Bondowoso Samiran, saat meninjau stock beras di Gudang Arjasa, Situbondo, kemarin. [sawawi/bhirawa].

Situbondo, Bhirawa
Di sela-sela perjalanan kunjungan ke pusat letusan Gunung Raung, Menteri Sosial (Mensos) RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Arjasa, Situbondo, kemarin. Ini dilakukan untuk mengecek kesiapan cadangan beras pemerintah (CBP), jika sewaktu-waktu korban letusan gedung Raung memerlukan bantuan beras dari pemerintah. Kunjungan Mensos Khofifah, didampingi Staf Khusus Kemensos RI, Forum Pimpinan Daerah Kab Situbondo dan petugas TKSK Kab Situbondo serta jajaran Sub Bulog Divre Bondowoso.
Usai melakukan sidak, Khofifah mengaku bangga dengan stock beras yang dimiliki Gudang Bulog Arjasa, Situbondo. Apalagi, kata perempuan yang masih menjabat sebagai Ketua Umum Muslimat NU itu, kualitas yang dimiliki Bulog layak konsumsi. “Dari hasil pengamatan tadi, tidak ditemukan beras berkutu, tidak ada beras berbatu dan tidak ada beras yang berwarna kuning atau berjamur. Artinya, ini berasnya sangat layak untuk dikonsumsi masyarakat Situbondo,” ujar Khofifah.
Masih kata Khofifah, sampai saat ini CBP kondisinya aman dan sudah terealisasi sebesar 63 persen. Untuk itu, Khofifah berharap agar Bulog  mendistribusikan beras raskin kepada semua penerima manfaat sebelum perayaan lebarang tiba.
“Saat saya cek tadi di Desa/Kec Jangkar masing-masing warga sudah memiliki stock beras raskin. Dari hasil pengeecekan itu pula tidak ditemukan kualitas beras yang jelek. Untuk beras yang stocknya ada tumpukan terbawa, saya minta untuk segera didistribusikan guna menghindari tereduksinya kualitas beras,” ujar Khofifah.
Khofifah sempat mengutip penjelasan Dirut Bulog, jika warga menemukan kualitas yang tidak layak konsumis selama 1 x24 jam akan segera diganti oleh Bulog. Agar kontrol itu berfungsi, pinta Khofifah, tim raskin Kab/Kota untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu di Gudang Bulog.
Sehingga, kata Khofifah, beras yang akan disalurkan benar-benar sesuai standar. “Masing masing daerah itu regulasinya dikontrol secara nasional dan disini (Situbondo) aman sampai 10 bulan kedepan. Bisa saja stock beras Situbondo dikirim ke Papua dan Maluku, jika stocknya berlebih,” papar Khofifah.
Sementara itu Kasub Divre Bulog Bondowoso Samiran, mengatakan, penyerapan raskin khusus bagi penerima manfaat di Kab Situbondo hingga saat ini mencapai 88 persen. Sedangkan sisanya 12 persen, terang Samiran, akan segera didistribusikan usai perayaan lebaran 1436 H.
“Yang jelas kebutuhan beras selama 12 bulan ini Kab Situbondo dinyatakan aman dan mencukupi. Sedangkan untuk kualitas beras sampai saat ini, alhamdulillah baik karena sampai sekarang belum ada keluhan dari penerima manfaat,” tegas mantan Wakasub Divre Sub Bulog Bondowoso itu.
Di Probolinggo Aman
Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, juga melakukan kunjungan kerja di Probolinggo, dalam rangka mengecek stok beras miskin, di gudang milik Bulog divisi devre 8 di Pergudangan di Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Stok beras yang disediakan Bulog di Probolinggo dinyatakan sangat layak dikonsumsi. Indikatornya, di antaranya tidak berkutu, tidak hancur, tidak berbatu dan tidak apek.
Khofifah Sabtu (11/7) sore, didampingi Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan anggota komisi III DPR RI, Drs. H. Hasan Aminuddin  menuju gudang penyimpanan beras. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) raskin adalah Kementrian Sosial. Di setiap kunjungan kerja ke daerah, dia memastikan keberadaan stok beras selama setahun ke depan.
Ternyata di Probolinggo stok beras masih mempunyai stok sampai April 2016 mendatang. Artinya, stok beras untuk keluarga kurang mampu di Probolinggo, masih aman. Dikatakannya stok beras yang disediakan Bulog di Probolinggo sangat layak dikonsumsi. Indikatornya, di antaranya tidak berkutu, tidak hancur, tidak berbatu dan tidak apek.
Untuk itulah beras Bulog di Probolinggo aman dan layak dikonsumsi. “Beras yang kami periksa tidak ada jamurnya, warnanya tidak kuning, tidak ada batunya, tidak ada kutunya, dan aromanya aroma biasa,” tandas Khofifah.
“Ada hal yang saya kemudian lakukan, seperti monitoring, langsung ke penerima raskinnya, tiga keluarga yang kita random ini adalah keluarga penerima raskin. Saya cek berapa mereka terima? Ternyata 15 kilogram, sesuai dengan kuantitas peneriman, satu keluarga penerima manfaat menerima 15 kilogram beras,” paparnya.
Berikutnya adalah soal ketepatan waktu, yakni memastikan penerima raskin bisa menerima beras tiap bulan,  pada Mei lalu, kami memang sudah menganjurkan agar raksin dipastikan diterima penerima manfaat. “Sebelum Lebaran ini juga pastikan raskin sudah sampai kepada penerima manfaat. Di Probolinggo, sudah terealisasi 60 persen (penyebaran raskin) dan ketika me-random tadi dapat informasi untuk bulan Juni, raskin sudah sampai kepada penerima manfaat,” tambahnya. [awi,wap]

Tags: