Mensos Minta Muslimat Turut Tekan Kekerasan

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa

Gresik, Bhirawa
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta warga Muslimat Nadhatul Ulama untuk turut menekan banyaknya kasus kekerasan anak yang terjadi di Indonesia.
“Kekerasan anak yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan karena kurangnya penerapan Peraturan Pemerintah No. 21/ 1994 tentang penyelenggaraan pembangunan keluarga sejahtera,” ucap Khofifah, saat menghadiri pelantikan pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Gresik, Jatim di GOR Tri Dharma Petrokimia, Minggu (20/9).
Ia menjelaskan, kasus kekerasan di lingkungan keluarga banyak menyebabkan anak meninggal dunia, salah satu penyebabnya kurang diterapkannya peraturan pemerintah Nomor 21 tahun 1994 terkait fungsi keluarga menjadi salah satu faktor utama.
Menurut Menteri yang juga Ketua PP Muslimat NU ini, ada delapan fungsi keluarga yang terangkum dalam PP Nomor 21 tahun 1994, salah satu poinnya mengajak masyarakat untuk membangun kehidupan yang harmoni dan penanaman budi pekerti sejak dini.
“Budi pekerti harus ditanamkan di lingkungan keluarga dan sekolah, sebagai upaya agar anak tidak mudah menggunakan kekerasan dalam kehidupan sehari-hari, sebab kekerasan terhadap anak merupakan potret buram dalam pembinaan di lingkungan keluarga maupun sekolah,” ujar Khofifah.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga berbicara soal fungsi empat kartu sakti dari pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk membantu warga miskin.
Sementara ketika ditanya terkait dukungannya terhadap salah satu calon di Pilkada Gresik, Khofifah tidak berkomentar, meski dalam kegiatan itu hadir pula dua calon bupati yang turut berkompetisi dalam Pilkada Gresik, yakni Sambari Halim Radianto dan Husnul Khuluq.
Sebelumnya, Khofifah dalam kunjungannya ke Tulungagung, Jatim beberapa waktu lalu menegaskan dirinya dan jajaran Pengurus Pusat Muslimat NU tetap netral dalam Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2015. “Saya tegaskan, kami bersikap netral. Tidak akan ada upaya intervensi dari pusat ke daerah,” katanya saat di Tulungagung.
Sementara bagi pengurus cabang muslimat di setiap daerah, Khofifah memberi keleluasaan untuk menjalin komunikasi setara dengan calon-calon lain. “Mereka (Muslimat NU daerah) lebih tahu bagaimana membangun komunikasi yang setara dengan seluruh kekuatan yang sedang berproses,” tegasnya.
Khofifah mengakui keberadaan Muslimat saat ini telah menjadi daya tarik bagi kepentingan politik untuk dibawa dalam arus Pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2015. Salah satu faktornya adalah besarnya massa Muslimat serta kepatuhan terhadap kebijakan organisasi dalam beberapa kali pelaksanaan Pilkada, Pemilu, Pileg maupun Pilpres yang menjadi tolak ukur potensi suara dari kelompok Muslimat. [eri,ant]

Tags: