Mentan: Kami Optimis 2,5 Juta Petani Milenial Segera Terwujud

Menteri Pertanian RI Sahrul Yasin Limpo saat Webinar Nasional Humanize Farming dengan tajuk “Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Animo Petani Muda” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, Sabtu (28/11)

Atasi Krisis Pangan Dunia, Kementan Butuh Petani Milenial
Jember, Bhirawa
Kementrian Pertanian RI membutuhkan generasi milenial dalam mengatasi krisis pangan dunia. Pasalnya, saat ini sektor pertanian kehilangan penerus karena banyak ditinggalkan oleh generasi muda.

“Sektor pertanian selama ini menjadi tulang punggung Indonesia. Namun, dewasa ini, Pertanian seperti kehilangan penerus karena banyak ditinggalkan generasi muda. Oleh karena itu, Kementrian Pertanian membutuhkan generasi muda untuk kembali mencintai Pertanian sekaligus memajukan sektor ini untuk mengatasi krisis pangan dunia,” ujar Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo saat Webinar Nasional Humanize Farming dengan tajuk “Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Animo Petani Muda” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, Sabtu (28/11)

Menurut Sharul, sektor pertanian adalah sektor yang sangat kuat dalam kondisi apapun. Apalagi, Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar rakyatnya petani yang hidupnya turun temurun. ” Oleh karena itu, petani adalah penyedia pangan yang memiliki peran penting bagi bangsa Indonesia,”tandasnya.

Namun, Syahrul sadar hal itu tidak akan bisa berjalan optimal jika tidak ada peran dari generasi muda. “Peningkatan kapasitas dan kemampuan dalam konteks pembangunan pertanian hanya bisa dilakukan dengan melibatkan generasi milenial dan mempekerjakan generasi muda kita untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,”ungkapnya.

Sahrul menyakini petani milenial pasti akan bertranformasi dari petani tradisional menjadi petani yang modern, melalui kemampuan mereka mengadopsi inovasi dari hulu sampai hilir. Dengan demikian, nantinya dapat mengembalikan lagi minat generasi muda terhadap Pertanian.

“Kami akan mendorong generasi milenial untuk kembali memajukan Pertanian Indonesia. Bahkan, kami (Kementrian Pertanian) optimis dalam lima tahun terakhir, target 2,5 juta petani milenial akan tercapai,” tandasnya.

Target tersebut katanya cukup beralasan, karena tingkat pengangguran di Indonesia terus meningkat terutama dimasa pendemi saat ini, dapat diselesaikan dengan mengoptimalkan sektor pertanian. “Cita-cita kita sebagai lumbung pangan dunia bukan hal yang mustahil, apalagi indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya dan beragam,” tuturnya.

Dalam kesempatan webinar juga hadir Charles Meikyansyah, Anggota Komisi DPR-RI, Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember yang sekaligus membuka acara webinar. Sementara itu, Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menuturkan ini sesuai dengan visi dan misi Universitas Jember untuk menjadi pertanian industrial.

“Universitas Jember posisinya sudah tepat adalah berada di wilayah lingkungan agraris perkebunan, sudah selayaknya kajian-kajian difokuskan atau ditonjolkan pada sektor pertanian dan industri,” terangnya. Universitas Jember akan mendorong agar kajian tersebut harus memiliki output yang bermanfaat bagi masyarakat.

Charles Meikyansyah menambahkan urgensi sektor pertanian penting utamanya untuk kebutuhan pangan. “Apapun latar belakang seseorang, kebutuhan pangan merupakan pokok yang harus dipenuhi setiap harinya dan ancaman krisis pangan yang yang diprediksi oleh lembaga internasional perlu dicermati untuk sektor pertanian,” terang Alumnus Universitas Jember ini.

Dirinya memaparkan bahwa terjadi penyusutan lahan pertanian 44 persen, yang mengancam 822 Juta orang terancam krisis pangan serta 517 juta orang atau 62,89 persen berada dikawasan Asia dan pasifik “apalagi ditambah akibat lockdown dan pembatasan sosial dari pandemi covid-19,” pungkasnya.(efi)

Tags: