Menteri PUPR Desak Pembahasan Lahan

Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono bersama Bupati Jombang, Nyono Suharli dan Anggota DPR RI Sadarestuwati saat meresmikan Rusun Santri di Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Tembelang Jombang. Rusun ini dibangun dengan dana APBN 2015 senilai 7,6 Miliar. [ramadlan/bhirawa]

Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono bersama Bupati Jombang, Nyono Suharli dan Anggota DPR RI Sadarestuwati saat meresmikan Rusun Santri di Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Tembelang Jombang. Rusun ini dibangun dengan dana APBN 2015 senilai 7,6 Miliar. [ramadlan/bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta Pemerintah Kabupaten Jombang segera melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan baru Ploso. Pasalnya, akibat terkendala lahan ini anggaran pembangunan jembatan anyar diatas Sungai Brantas Ploso sebesar Rp 23 Miliar belum terserap.
“Pembangunan terkendala pembebesan lahan, kita minta bupati untuk segera bisa melakukan pembebesan lahan agar pembangunan jembatan segera bisa dilakukan,” ujar Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono usai meresmikan Rumah susun (Rusun) Santri  di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jombang, Sabtu (20/2).
Dikatakannya, akibat terkendala lahan ini, anggaran pembangunan yang telah tersedia di Kementrian Pekerjaan Umum pada tahun 2015 lalu sebesar Rp 23 Miliar tidak terserap. “Kalau lahannya sudah bebas pembangunan langsung jalan. Hingga saat ini baru tiang tiang yang sudah ada itu yang berdiri,” imbuhnya.
Pembangunan Jembatan Ploso Hingga saat ini baru tiga tiang pancang yang sudah rampung dikerjkan sejak pertengahan tahun 2014 kemarin. Sementara, pembangunan kontruksi lainnya mangkrak tak tergarap akibat belum selesainya proses pembebasan lahannya.
Jembatan dibangun untuk mengrai kemacetan yang sering terjadi saat libur panjang serta menjadi jalur ekonomi yang menghubungkan Kabupaten Jombang dengan Kabupaten Tuban dan Bojonegoro dan sebagai jalur alternative dari Mojokerto.
Karenanya, pihaknya kembali meminta, pemkab Jombang segera menyelesaikan upaya pembebasan lahan. Mengingat pembangunan tersebut juga untuk kebutuhan masyarakat Jombang sendiri pada khususnya. ”Maka kami meminta beliau ini (Bupati -Red.) ini untuk segera menyelesaikan pembebasan lahannnya. Karena menurut saya, kalau bahasa kerennya itu lebih cepat lebih baik, itu tergantung pembebasan lahannya,” jelasnya.
Menyikapi desakan Menteri PU-PR ini, Bupati Jombang Nyono Suharli W menjanjikan bakal segera melakukan pembebasan lahan yang masih tersisa. Diakuinya, ada beberapa lahan milik warga yang belum terbebaskan. Karena belum ada titik temu terkait harga. “Masih ada sekitar 17, karena permintaan mereka sangat tidak masuk akal. Rp 2 juta per meter persegi,” jelasnya.
Dikatakannya, pembebasan lahan tersisa ditargetkan tahun 2016 ini bisa selesai. Jika pemilik lahan masih tetap meminta dengan harga tinggi, maka pihaknya akan segera melakukan konsinyasi. “Saya targetkan tahun ini selesai, agar pembangunan juga segera bisa dilaksanakan. Kalau mereka masih ngoto dengan harga, ya kita titipkan di pengadilan ganti ruginya, karena ini juga untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. [rur]

Rate this article!
Tags: