Menyusuri Sungai Menuju Pantai Kepetingandi Ujung Timur Sidoarjo

Menuju pantai Kepetingan, Sidoarjo, dengan naik perahuss suasananya seperti melewati sungai di tengah hutan belantara di Kalimantan. [alikus]

Menembus Hutan Mangrove dengan Diiringi Kicauan Burung
Kabupaten Sidoarjo, Bhirawa
Walau dekat dengan Kota Metropolis Surabaya, Kabupaten Sidoarjo ternyata masih memiliki sebuah pantai mangrove yang masih alami di daerah terpencil ujung wilayah kabupaten ini. Menariknya tidak banyak orang yang tahu, saat menuju kesana, suasananya seperti melewati sungai di hutan pedalaman belantara di Kalimantan.
Untuk kesana hanya bisa ditempuh dengan menggunakan perahu saja. Apakah itu perahu motor maupun perahu yang hanya dikayuh saja dengan tenaga manusia. Dalam perjalanan, kita hanya melihat pepohonan mangrove yang hijau di bibir sungai itu. Suasananya masih sangat alami. Juga hening dan tenang.
Mungkin juga banyak yang tidak tahu, perjalanan lewat air ke lokasi Pantai Kepetingan yang ada di dusun Kepetingan Desa Sawohan Kecamatan Buduran itu akan terdengan kicauan burung Kondisi ini cocok untuk refresing karena suasana sangat tenang jauh dari hiruk pikuk aktivitas sehari-hari, mungkin bisa mencoba datang sekali-kali ke kawasan pantai yang bermuara pada selat Madura tersebut.
Untuk menuju ke lokasi, bisa naik perahu dari dermaga yang ada di Depo pasar ikan yang berada di jalan lingkar timur Sidoarjo. Tempatnya mudah dijangkau. Pengunjung bisa menitipkan kendaraan di sekitar dermaga kecil itu, kemudian naik perahu kesana, kurang lebih sekitar 1.5 jam.
Ongkos naik perahu menuju kesana sebesar Rp500 ribu, yang bisa dipakai sekitar 20 orang untuk pulang pergi.
Sebelum sampai di pantai Kepetingan, terdapat makam seorang putri raja. mamanya Putri Ayu Dewi Sekardadu yang merupakan Ibunda dari Raden Paku, atau yang saat ini lebih dikenal sebagai Sunan Giri.
Makam Putri Ayu Sekardadu memang jauh dari hiruk pikuk keramaian. berbeda dengan wisata religi lainnya yang ramai seperti Ampel atau Makam lain yang sudah tertata dengan apik. Makam Putri Ayu Dewi Sekardadu ini tempatnya sederhana. Area pesarean seluas kurang lebih 100 m2 ini dikelilingi hutan mangrove, satwa pantai dan tambak ikan payau.
Tempatnya memang tersembunyi menjadikan Pantai Kepetingan Sidoarjo ini sangat pas dijadikan sebagai tempat untuk melepas penat setelah melakukan aktivitas kerja sehari-hari. Biasanya pengunjung berangkat Minggu pagi dan kemudian sore hari balik kembali.
Disana masih belum ada tempat yang khusus, yang bisa dipakai untuk menginap bagi pengunjung yang ingin tinggal beberapa hari disana. Menikmati suasana benar-benar alami khas kehidupan masyarakat petambak. Alternatif lain, mungkin bisa dengan tinggal bersama sementara di rumah penduduk yang ada di sekitarnya.
“Sebelum pandemi Covid-19 ini, kadang ada juga warga luar daerah yang nginap di rumah penduduk sekitar, tapi saya kurang tahu saat pandemi ini,” ujar Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kab Sidoarjo, Wahyu Utami.
Pulang dari Pantai Kepetingan ini, ada oleh-oleh yang mungkin bisa dibawa pulang. Warga disana yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan buruh tambak, mengolah hasil laut menjadi bahan makanan lain, yang menjadi kuliner tradisional khas daerah sini, yakni krupuk yang jenisnya beragam mulai krupuk udang, mujair, bandeng, kepiting.
Krupuk tersebut umumnya ditawarkan kepada para pengunjung dalam kondisi mentah. Jadi aman dibawa saat perjalanan pulang sebagai oleh-oleh. Ingin merasakan perjalanan seperti melewati nuansa rimba belantara di Kalimantan, mungkin anda bisa mencoba berkunjung ke Pantai Kepetingan, Sidoarjo. [alikus]

Tags: