Meracik Potensi Generasi Emas

Oleh :
Jusrihamulyono A.HM
Trainer Pelatihan Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) PUSDIKLAT PSDM UMM

Generasi emas merupakan generasi yang diproyeksikan menjadi pemimpin hingga orang yang berpengaruh penting pada tahun 2045. Demografis Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.

Persiapan ini tentu harus berjalan secara konsisten dengan koneksi antara pendidik, orang tua serta lingkungan. Sinkronisasi antara regulasi dan pelaksana kebijakan harus optimis serta optimal. Dua sikap ini menjadi pondasi kuat dalam membangun generasi yang diimpikan. Rasa optimisme harus muncul dari orang-orang yang akan meninggalkan generasi serta pengajaran pendidikan harus dilakukan secara utuh agar optimal potensi kokoh terbentuk

Generasi emas ini secara fenomena lahir dengan zaman kategori milenial hingga generasi z sebagai titik puncaknya. Jika di tahun kan sekitar generasi yang lahir antara 1990-an hingga tahun 2010-an. Tentu para pelaku generasi emas tidak lepas dengan perkembangan arus globalisasi yang sangat ketat hingga merubah pergeseran dinamika sosial. Secara lapang sudah terasa akan ketergantungan media sosial menggeser pola hidup kedua generasi tersebut.

Pergeseran ini sangat ditakutkan akan menghilangkan potensi diri secara mental, tradisional lingkungan (kearifan lokal), motivasi belajar bersama, interaksi sosial yang aktif. Lagi-lagi perihal terpenting dalam diskursus terkait generasi emas yaitu bagaimana cara potensi generasi emas bisa tersalurkan dengan baik?. Demografic devidend sangat berharga untuk bangsa yang besar seperti ini.

Secara modal bangsa telah memiliki berbagai kekayaan secara sektoral, mulai dari sumber daya alam yang dikeruk tanpa henti-hentinya. Investasi ini cukup diarahkan kepada pembentukan kepribadian dan jiwa kepemimpinan pada generasi emas yang dirancang. Kolaborasi yang baik antara setiap elemen pemerintah hingga masyarakat menjadi cikal bakal lahirnya generasi yang ditunggu.

Optimalisasi Akademik skill
Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar serta proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Salah satu penelitian yang ditulis oleh Riswan Assa, dkk. (2022), tentang faktor penyebab anak putus sekolah yaitu indikator perhatian antara penyelenggaraan pendidikan yang kurang optimal.

Setidaknya optimalisasi Akademik generasi emas harus berhubungan antara unsur tenaga pendidik (guru) terhadap peserta didik (murid) yang menciptakan ruang interaktif yang ideal dalam aktualisasi kurikulum. Masih ditemukan akan hubungan antara guru dan murid yang kurang adaptif hingga terjadi perusakan moral. Tidak banyak sekolah yang memperhatikan pola karakter peserta didik hingga terjadi penyebab anak putus sekolah. Penelitian diatas secara singkat akan tiga faktor penyebab anak putus.

Pertama faktor finansial meskipun sudah diatasi dengan sekolah gratis dua belas tahun atau Kartu Indonesia Pintar (KIP). Faktor kedua, lingkungan yang tidak mendukung. Artinya, lingkungan memaksa anak dalam masa kembang teralihkan untuk bekerja efek dari finansial sosial. Faktor ketiga, motivasi belajar yang kurang efek dari dukungan orang tua, guru hingga masyarakat. Jika ini tidak teratasi dengan baik, maka harapan mencetak generasi emas menjadi bumerang yang membahayakan keselamatan bangsa Indonesia.

Ditambah budaya literasi membaca di Indonesia masih sangat minim sekali, hal ini dapat dilihat dari skor PISA Indonesia pada tahun 2023 berada di peringkat 68 dengan skor membaca 371. Tentu rating ini menjadi warning akan lemahnya motivasi membaca generasi sekarang. Perlu untuk sebuah sosialisasi penguatan membaca dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Minimnya kesadaran membaca dapat dirasakan banyaknya berita hoax yang beterbangan.

Secara nyata penulis ingin mengungkapkan akan keberhasilan generasi emas yang diidamkan terletak pada penguatan literasi. Pendidikan akan optimal bila perpustakaan sekolah ramai dikunjungi siswa karena butuh ilmu sebagai kebutuhan primernya, seperti halnya ramainya pasar yang dikunjungi oleh orang-orang yang membutuhkan barang untuk dikonsumsi setiap harinya. Kerja keras pembentukan akademik skill harus terus diperbincangkan hingga keyakinan generasi emas betul-betul terwujud secara nyata.

Kunci Potensi Emas
Banyaknya isu mutakhir mulai dari kesenjangan sosial, keterbelakangan mental, transisi informasi, pergeseran tradisional, hingga hilangnya moralitas, bahkan globalisasi fashion mengubah fashion budaya lokal. Dari banyaknya problematika yang potensial menghancurkan NKRI maka perlu untuk mempersiapkan pemimpin yang bijaksana. Pemimpin itu lahir dari merawat potensi dengan pendidikan karakter dari lingkungan sekolah sebagai pembentuk kognitif, lingkungan orang tua pembentuk pola kemandirian, sedangkan lingkungan masyarakat sebagai pengarah pembuatan interaksi.

Penataan sumber daya manusia tidak lepas dari peran sekolah yang bertujuan melahirkan manusia yang memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif. Apapun bentuk kurikulum yang terus berubah-ubah menjadi alasan akan kondisi generasi yang diharapkan mampu menjadi kompetitor secara internasional. Hanya saja, kolaborasi yang kurang intens antara pihak dari pusat hingga daerah sehingga paradigma kita mengarahkan untuk tidak percaya dengan pola kurikulum pendidikan kita sendiri.

Dukungan yang kurang dari masyarakat terhadap pendidikan sekarang menjadi penghambat perkembangan SDM kita. Lingkungan sekolah dengan tema interaksi sosial dengan tujuan kedepan untuk pembangunan berkarakter yang kuat. Lingkungan keluarga menyempurnakan potensi yang meregenerasi berperadaban unggul.

Inilah segitiga rumus yang saling berhubungan dalam meracik potensi generasi emas. Dalam kurung waktu sekitar 15 tahun ke depan menuju tahun 2045 sebagai momentum 1 abad Indonesia, akhirnya masih ada waktu dan peluang yang cukup untuk mempersiapkan generasi emas sehingga tidak sebatas dongen sebelum tidur dan justru merusak kehidupan emas yang potensial bermanfaat bagi jutaan masyarakat di masa itu.

———— *** ————-

Rate this article!
Tags: