Merasa Dicovidkan, Seniman Demo Pemkot Surabaya

Seniman yang tergabung dalam Teater Api melakukan demo di depan Pemkot Surabaya, Minggu (5/7) dengan membawa peti mati sebagai simbul matinya seni di Surabaya.

Surabaya, Bhirawa
Seniman surabaya dari Teater Api mengkritik sikap Pemkot Surabaya yang dinilai tidak peduli dengan aktifitas seni di Kota Pahlawan. Dengan membawa peti mati yang dicat berwarna-warni dan peralatan musik gamelan, mereka menggelar aksi di Gedung Balai Pemuda, Gedung DPRD dan Pemkot Surabaya.

Menurut art art director Teater Api Selamet Gaprax, aksi ini dilakukan untuk mengkritik sikap Pemkot Surabaya yang sudah tidak peduli dengan perkembangan seni. Mereka menilai kalau Pemkot sudah mengcovidkan seni sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Sebagai seniman kami merasa gelisah karena Pemkot Surabaya sudah tidak peduli dengan seni, bahkan sebelum ada pandemi Covid-19 kami sudah dicovidkan,” sindir Selamet saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Minggu (5/7).

Lebih lanjut pria yang biasa disapa Gaprax itu mengatakan, peti mati itu sebagai simbol kematian seni di Surabaya. Ia menilai, indikasi matinya seni di Surabaya bisa dilihat dari penutupan THR, Taman Remaja Surabaya (TRS) dan komersialisasi Balai Pemuda.

“Padahal banyak seniman dan musisi besar lahir dari THR dan Taman Remaja Surabaya dan untuk menggelar acara di Balai Pemuda Surabaya itu tidak gratis, tapi harus menyewa sekitar Rp 25 juta,” katanya. (wwn)

Tags: