Migor Curah Naik, Wakil Gubernur Jatim Sidak di PT WNI Gresik

Gresik, Bhirawa.
Wakil Gubernur ( Wagub ) Emil Elestianto Dardak, melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Ke produsen minyak goreng PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI), terkai melonjaknya harga minyak goreng (Migor) curah. Guna memastikan, stok juga komoditas lain juga tidak ikut latah ikut naik.
Berdasarkan pantauan di pasar tradisional Gresik, harga minyak goreng naik dengan tingkat kenaikan Rp 300 – Rp 550 per kilogram. Mengawali pekan ini, harga minyak goreng kemasan bermerek harga Rp 14.800 per kilogram.
“Pemantauan sengaja dilakukan pada pabrik, lalu pemantauan harga yang di berikan ke distributor. Kemudian harga pada konsumen, dan kebutuhan minyak goreng terhadap total belanja rumah tangga secara keseluruhan. Karena
kami tidak ingin memancing kenaikan latah, dari komoditas lain.” Ujarnya Emil Elestianto Dardak.
Memang ada penyesuaian harga, karena ada kenaikan harga bahan baku. Sehingga nilai jual minyak di pasaran jadi di naikan, sesuai dengan kenaikan bahan baku. Kenaikan harga minyak goreng bukan karena minimnya pasokan, melainkan akibat naiknya harga bahan baku minyak sawit kasar atau Crude Palm Oil (CPO). Sehingga pihak produsen harus menaikkan harga.
Menurut Emil Elestianto Dardak, bahwa bagi masyarakat daya beli terbatas. Pasti akan lari ke minyak goreng curah, kalau curah naik maka akan kembali lagi pada kemasan. Sebab harga minyak goreng kemasan bantal akan dijual di pasar, ini yang membuat kita cek lapangan. Karena saat ini, minyak goreng kemasan bantal baru dijual di wilayah Indonesia timur.
Dengan tujuan ini, agar masyarakat membeli dengan kemasan lebih higienis. Kemudian harga curah tidak naik lebih dari produksi, adanya minyak kemasan bantal. Bisa tidak koreksi harga kalau ada tingkatan harga yang tidak proporsional, karena minyak goreng agak kerasa naiknya.
Ditambahkan Wagub Emil Elestianto Dardak, seharusnya harga di pasaran menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Yakni Rp 11.000 per kilogramnya demi stabilitas laju inflasi, jika harga terlampau tinggi. Maka melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, akan melakukan operasi pasar untuk mengoreksi harga. [kim]

Tags: