Minimalisir Banjir, Pemkot Probolinggo Buat Filter di Jembatan Grajakan

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin meninjau Sungai Legundi penyebab banjir. [wiwit agus pribadi]

Probolinggo, Bhirawa
Pasca banjir melanda dua kelurahan di wilayah selatan Kota Probolinggo, Jumat (26/3) malam pekan lalu, membuat Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin bergerak cepat mencari solusi untuk meminimalisir terjadinya potensi banjir. Salah satunya adalah perlu dibuat filter di dekat jembatan. Untuk itu segera lakukan merja sama dengan pemerintah Pemprov Jatim.
Wali Kota Habib Hadi didampingi Kepala UPT Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai (WS) Welang – Pekalen Dinas PU dan SDA Jatim Novita Andriani, didampingi Kepala BPBD Sugito Prasetyo, Kepala Satpol PP Aman Suryaman, Kepala DLH Rachmadeta Antariksa dan Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Perkim Asep Suprapto Lelono menjau Jembatan Grajakan dan Legundi di Kecamatan Wonoasih.
Dua jembatan yang dialiri Sungai Legundi itu saat banjir kiriman terjadi dipenuhi sampah material berupa pepohonan yang ikut terbawa arus. Sehingga pepohonan yang tersangkut di jembatan membuat air meluap ke pemukiman warga.
“Rencananya akan dipasang filter sehingga kayu tidak akan masuk, tertahan di filter. Karena ini wilayah provinsi, kami ingin mengajak MoU untuk penanganan sungai. Juga dibutuhkan embung untuk meminimalisir dampak pohon dan genangan air. Hari ini Rabu (3/3) kami akan rapat antara pemprov, pemkab dan pemkot,” ujar Wali Kota Habib Hadi, Rabu (3/3).
Ia membenarkan Sungai Legundi selalu meluap jika di wilayah selatan (Kabupaten Probolinggo) terjadi banjir atau ada kiriman lahar dingin erupsi Gunung Bromo. Untuk itu, Habib Hadi ingin secepatnya pembuatan filter dari beton dan pembuatan embung bisa dikerjakan.
“Kami usahakan secepatnya, bila tahun ini bisa dikerjakan, ke depan bisa meminimalisir terjadinya potensi banjir seperti sebelumnya. Langkah jangka pendeknya, kami akan MoU dengan Pemprov dan Pemkab. Dengan adanya kerjasama itu, secepatnya bisa di eksekusi dan mengetahui apa yang bisa dikerjakan oleh pemprov, pemkab dan pemkot,” jelas wali kota yang meninjau jembatan dengan mengendarai sepeda motor.
Kepala UPT Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai (WS) Welang – Pekalen Dinas PU dan SDA Jatim, Novita Andriani membenarkan apa yang disampaikan wali kota, yakni membuat saringan filter di Jembatan Grajakan.
Sedangkan di Dam Kelep Sumber Kareng, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, lanjut Noviati, jangka pendeknya akan dilakukan pembersihan sampah terlebih dahulu bersama Dinas PUPR dan Perkim Kota Probolinggo.
“Dam itu tidak bisa kami buka karena banyak pohon-pohon besar. Dalam waktu dekat akan kami bersihkan dulu pohonnya, setelah itu kami lakukan pemeliharaan. Permintaan dari Bapak Wali Kota akan kami koordinasikan, kami penuhi dan kami akomodir, berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Perkim Kota Probolinggo,” tuturnya.
Di sisi lain, Novita Andrianie menjelaskan, banjir yang terjadi di Kota dan Kabupaten Probolinggo disebabkan oleh banyak faktor. Bukan hanya satu penyebab. “Kalau penyebabnya kompleks. Selain karena sungai harus dinormalisasi, juga masalah sampah. Baik sampah domestik maupun pohon-pohon,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, juga banyak lahan kritis di daerah hulu sungai. Sementara tupoksi pihaknya hanya fokus pada normalisasi sungai.
Novita menjelaskan, normalisasi sungai yang efektif adalah menggunakan alat berat. “Kami memiliki alat berat. Namun untuk tahun 2021 ini kami fokuskan di Pasuruan yaitu di Sungai Rejoso,” terangnya.
Sedangkan untuk Kota Probolinggo, UPT PSDA WS Welang Pekalen akan bekerja sama dengan Dinas PUPR Perkim Kota untuk melakukan normalisasi. Karena itu, pihaknya akan melakukan MoU atau kerja sama dengan pemkot.
“Kami akan melakukan MoU dengan Pemkot Probolinggo yang intinya adalah sharing dalam penanganan normalisasi sungai. Pemkot menyediakan alat berat dan kami menyediakan anggaran untuk bahan bakar dan pelaksanaannya,” terangnya.
Lebih lanjut Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Terutama untuk rencana jangka pendek penanganan banjir di daerah aliran sungai Legundi. “Kami akan melakukan MoU dengan UPT PSDA WS Welang Pekalen untuk normalisasi sungai,” tambahnya. [wap]

Tags: