Minimnya Solusi Pengangguran

AsiSakinaOleh :
Asi Sakina
MahasiswaIlmuPemerintahan UMM, Aktivis Pecinta Riset dan Menulis-PERS Malang
Ditahun 2014 ini, pengangguran sudah bukan menjadi kasus yang awam untuk dibicarakan di negara kita. Lembaga surve menjelaskan,bahwa pada Februari 2011 jumlah pengangguran sebesar 8.117.631, Februari 2012 sebesar 7.614.241, Februari 2013 sebesar 7.170.523danFebruari 2014 jumlah pengangguran sebesar 7.150.000 (Sumber: www.bps.go.id) jumlah persentasi pengangguran dari tahun ke tahun memang semakin menurun. Akan tetapi, dengan tingginya angka pengangguran di Indonesia seperti saat ini, seharusnya bisa mendapat perhatian lebih khususlagi dari pemerintah kita sendiri. Kita tidak boleh hanya memandang sebelah mata banyaknya pengangguran, karena halini dapat mengakibatkan kita menjadi negara terbelakang. Pengangguran sudah menjadi masalah besar karena dizaman sekarang ini sudah banyak sekali kita temukanpara sarjana yang harus luntang lantung tanpa pekerjaan yang jelas. Dan otomatis jumlah rakyat miskin semakin bertambah sehingga beban yang harus ditanggung negara pun semakin berat.
Solusi yang dilakukan pemerintah pun seolah-olah minim sekali hasilnya, karena kesempatan kerja dan tenaga kerja yang tidak seimbang. Banyaknya tamatan sarjana dari tahun ke tahun membuat pemerintah kita sendiri kewalahan dalam penyediaan lapangan pekerjaan. Ditambah lagi dengan banyak bermunculan perusahaan padat modal pun menjadi permasalahan yang besar, karena ini menyebabkan kesempatan kerja semakin menipis. Para pengusaha sudah tidak mau menerima tenaga kerja manusia, karena dianggap kurang efisien dan terlalu banyak keluhan. Mereka lebih suka menggunakan mesin yang terlihat simpel. Jadi tidak heran, banyaknya para pekerja yang diPHK dan diganti kinerjanya oleh seperangkat mesin. Dan menyebabkan persentasi jumlah pengangguran masih sangat tinggi.
Akan tetapi, mengingat kembali bahwa negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, tak sepatutnya banyak dari masyarakat kita yang harus menganggur. Sumber daya alam yang kita miliki sangat melimpah.Begitu banyak sumber daya alam yang dapat dikelola dan bisa dijadikan lahan bisnis. Kesempatan kerja pun seharusnya banyak terbuka lebar. Jika saja kita dapat mengelolah serta memanfaatkansemuanya dengan baik dan benar. Akan tetapi, keterbatasan dana dan kurangnya kemauan kerja masyarakat Indonesia menjadi kendala yang besar dalam mengatasi permasalahan ini.
Menurut saya pribadi, permasalahan lain dalam hal ini yaitu dalam benak sebagian besar  masyarakat Indonesia sudah sejak dulu tertanam cita-cita menjadi seorang pekerja, bukan pembentuk lapangan pekerjaan. Jadi,  terkadang mereka berlomba-lomba mendapat gelar tanpa pembentukan keahlian untuk melamar pekerjaan.  Sehingga, banyak kinerja mereka yang tidak memuaskan, kesempatan kerja pun lenyap dan diganti oleh orang asing yang lebih berpengalaman. Selain itu, para pengusaha di Indonesia masih belum berani mengambil resiko melakukan kerjasama tanpa campur tangan orang asing, karena masih kurangnya teknologi yang diperlukan dinegara kita.Sehingga tidak heran, banyaknya bermunculan kasus perusahan besar di Indonesia yang telah diakui kepemilikannya oleh orang asing. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia yang kita miliki masih sangat kurang. Bahkan orang-orang ber-IQ tinggi yang seharusnya bisa menciptakan lapangan kerja dan kesempatan kerja lebih memilih mencari pekerjaan keluar negeri daripada membantu mengatasi permasalah pengangguran di Indonesia. Tapi, akankah kita selamanya hanya diam melihat kekayaan negeri kita direnggut satu per satu? tidakkah kita bercermin dari negara lain yang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah dapat bangkit dan menjadi negara maju?
Kita harus maju serta berperan aktif dalam pengelolahan sumber daya alam dinegeri kitaini, sudah cukup selama ini kita menjadi penonton dan tertintas oleh pengusaan negara asing. Dan dalam hal ini peran pemerintah sangatdiperlukanuntukmengayomi setiap masyarakatnya dalam mengelolah sumber daya alam tersebut guna mencapai kesejahteraan hidupdan menghindari kesenjangan sosial. Dengan diawali meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dalam masyarakat Indonesia terlebih dahulu karena dalam hal ini manusialah yang berperan besar dalam memajukan bangsa Indonesia dan faktor utama untuk memajukan sebuah negara yaitu kualitas sumber daya manusia yang berkualitas.
Menurut saya, pemerintah harus melakukan beberapa gerakan guna menetralisir jumlah pengangguran di Indonesia.Pertama, dengan memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi untuk menuntut ilmu ke luar negeri. Namun, setelah selesai ditarik kembali dan diharapkan dapat menciptakan kesempatan kerja dan mengelolah sumber daya alam secara optimal. Sehingga dapat menciptakan perusahaan yang padat karya yang dapat menampung para pengangguran.Kedua, menjadikan negara kita negara yang sedikit lebih mandiri dan berani mengambil resiko. Yaitu memutuskan pengelolahan yang dilakukan oleh negara asing sehingga masyarakat Indonesia sendiri dapat turun tangan langsung.Ketiga, pelatihan ketenagakerjaan secara khusus perlu diadakan guna membentuk keahlian pekerja. Dilakukan untuk mengurangi resiko adanya kinerja yang tidak memuaskan. Dalam hal ini juga dibantu atau diharapkan untuk bisa mendirikan atau mengelolah sendiri sumber daya alam itu sendiri.
Namun, cita-cita ini tak mungkin dapat terealisasikan tanpa kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.Kesadaran dari masyarakat sendiri pun sangat diperlukan.Dan inilah PR yang telahmenunggusosok pemimpinbaru yang akanterpilihpada pemilu Juli nanti yangakan memimpinnegaraini. Akhirnya, kita berharap semoga semua ini dapat terwujudkan dengan baik kedepannyasehingga Indonesia dapat berdiri sendiri dan menjadi negara maju yang sangat berpengaruh di dunia. Serta, kualitas sumber daya manusia yang kita miliki dapat berkualitas.

————– *** ————–

Rate this article!
Tags: