Miris Kekerasan KDRT

Wara Sundari Reny Pramana

Wara Sundari Reny Pramana
Masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak atau kasus KDRT di Jatim membuat miris salah seorang anggota DPRD Jatim Wara Sundari Reny Pramana. Menurutnya, masalah KDRT ini harus ditangani secara serius dan dilakukan secara sinergi dan lintas sektor.
Menurut politisi asal Fraksi PDI Perjuangan ini, seluruh anggota Komisi bidang Kesra DPRD Jatim pada prinsipnya bersungguh-sungguh ingin mengurangi dan menyelesaikan permasalahan KDRT. “Hal ini bisa teratasi jika ada sinergi dengan pihak-pihak berkompeten dan terkait,” jelas mantan Ketua DPRD Kabupaten Kediri ini.
Lebih jauh kakak kandung Pramono Anung itu menjelaskan untuk merealisasi keinginan tersebut, pihaknya mendorong pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terkait lebih gencar mensosialisasikan tentang bahaya kekerasan terhadap perempuan dan anak serta langkah-langkah antisipasinya.
“Memperdayakan orang tua dan lingkungan untuk saling berbagi dalam berbagai hal. Mempermudah sistem yang terkait tidak berbelit tidak terlalu birokrasi, itu juga sangat membantu,” harap politisi yang menjabat Ketua Komisi E DPRD Jatim ini.
Di sisi lain, pihaknya juga berharap dihidupkannya kembali budaya, etika, kualitas hidup bermasyarakat, bebas dari kebododohan, serta sumbangsih pemerintah dalam hal ini harus ditingkatkan dengan pola gotong royong menjadi roh seluruh masyarakat.
Polda Jatim mencatat jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya telah mengalami kenaikan setiap tahunnya, terutama sekali dalam kasus KDRT. Dari data yang ada, untuk KDRT di tahun 2017 ada lima kejadian, ditahun 2018 ada 13 kasus dan di tahun 2019 mencapai 27 laporan.
Sedangkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) menyebutkan di Jatim total ada sekitar 1.247 kasus kekerasan yang terjadi di Jatim sepanjang 2019, dengan jumlah korban dari kalangan perempuan mencapai 1.044 orang. [geh]

Rate this article!
Miris Kekerasan KDRT,5 / 5 ( 1votes )
Tags: