Mitigasi Gangguan Kesehatan Jamaah Haji

Oleh :
Oryz Setiawan
Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (Public Health) Unair Surabaya

Indonesia tahun ini mendapat 241.000 kuota, terdiri atas 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus. Dari jumlah itu, ada sekitar 45.000 jemaah haji reguler yang masuk kategori lanjut usia (lansia). Kondisi ini menjadi salah satu ukuran bahwa menunaikan rukun Islam yang kelima telah menjadi kebutuhan masyarakat Muslim. Namun disisi lain, seiring dengan berjalannya waktu tentu kelompok lansia tetaplah menjadi prioritas utama.

Berbicara lansia, erat hubungannya dengan kondisi fisik yang rata-rata mulai menurun sehingga perlu penanganan dan intervensi.Harus diakui bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik dimana membutuhkan kehadiran secara fisik di tempat dan waktu yang telah ditetapkan.Selain itu, ibadah haji juga membutuhkan fisik yang prima karena pelaksanaan ibadahnya cukup berat dalam cuaca yang cukup ekstrem, yang sangat berbeda dengan cuaca di Indonesia.

Haji merupakan ibadah yang mensyaratkan adanya kemampuan (istitha’ah) dalam pelaksanaannya.Istitha’ah adalah kemampuan jemaah haji secara jasmaniah, ruhaniah, pembekalan, dan keamanan untuk menunaikan ibadah haji tanpa menelantarkan kewajiban terhadap keluarga.Oleh sebab itu dari aspek kesehatan, kemampuan fisik dan rohani yang sehat menjadi faktor yang harus diperhatikan bagi calon jamaah haji.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 telah mengatur soal istitha’ah kesehatan jemaah haji.Dijelaskan bahwa istithaah kesehatan jamaah haji memiliki makna kemampuan jamaah haji dari aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan.Sehingga, jemaah haji bisa menjalankan ibadah haji sesuai dengan syariat agama Islam. Hal tersebut juga diperkuat dengan telahterbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/2118/2023 tentang Standar Teknis Pemeriksaan Kesehatan Dalam Rangka Penetapan Status Istitaah Kesehatan Jemaah Haji pada9 November 2023, dimana disebutkan pemeriksaan kesehatan yang awalnya dilakukan setelah calon haji melunasi BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji), menjadi pemeriksaan kesehatan dahulu (mencakup kesehatan mental, kemampuan kognitive, dan kemampuan Activity Daily Living), baru dapat melunasi BPIH.

Selama ini masyarakat memahami bahwa istitha’ah kesehatan haji merupakan syarat keberangkatan bagi jemaah haji.Masyarakat hanya tahu bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan menjelang keberangkatan jemaah haji di Asrama Haji.

Kondisi tersebut membuat jamaah haji sulit menerima kenyataan bila hasil pemeriksaan menyebutkan mereka tidak memenuhi syarat kesehatan.Pihak keluarga terkadang meluapkan rasa tidak menerima hasil (tidak istitha’ah) dengan emosional. Namun bila pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum pelunasan BPIH maka jemaah akan lebih menerima hasilnya.

Tercatatbahwa jamaah haji lanjut usia cukup mendominasi setiap tahunnya. Pada tahun 2023 terdapat 60 ribu jamaah haji lanjut usia dan pada tahun 2024 terdapat 45 ribu jemaah lansia.Berdasarkan data Kemenkes bahwa pada tahun 2023 terdapat 156.978 jemaah haji kategori risiko tinggi atau setara 74,8 persen. Angka jemaah haji wafat pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 meningkat drastis mencapai 64 persen dari tahun 2019 (penyebab utamanya kelelahan dan sakit)

Jamaah haji risiko tinggi dan jamaah haji lanjut usia sangat rentan terhadap kematian. Jamaah haji risiko tinggi adalah kondisi kesehatan yang secara epidemiologi berisiko sakit dan atau meninggal dunia selama melaksanakan ibadah haji.Angka kematian jamaah haji pada tahun 2023 cukup tinggi bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.Kematian Jamaah haji lebih banyak disebabkan oleh kelelahan dan sakit saat berada di Arab Saudi.

Syarat istitha’ah kesehatan sangat penting dalam menekan angka kematian Jemaah haji.Islam tidak hanya menitik beratkan istitha’ah sebagai waji haji tetapi juga sangat menekankan istitha’ah pada saat melaksanakan ibadah haji.Perlu diketahui bahwa jumlah jamaah haji wafat di tahun 2023 sebanyak 840 orang. Jumlah jemaah haji wafat pada tahun 2023 disebabkan karena jumlah jemaah haji risiko tinggi dan jemaah haji lanjut usia sangat besar mencapai 75 persen.

Potensi Gangguan Penyakit
Setidaknya ada lima potensi penyakit yang harus diwaspadai setiap jamaah haji yakni antara lain : pertama yaitu penyakit Saluran Pernapasan, seperti influenza (flu) dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tuberkulosis dan penyakit menular lainnya, yang dapat dengan mudah menyebar di antara jamaah haji karena kontak dekat dengan orang lain, terutama dalam kerumunan.Kedua penyakit meningitis.Penyakit meningitis adalah infeksi serius yang dapat menyebar melalui kontak langsung dengan percikan air liur atau droplet dari orang yang terinfeksi sehingga pemberian vaksin meningokokus menjadi syarat bagi para jamaah haji agar terlindung dari penyakit tersebut.Ketiga kekambuhan penyakit. Jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit seperti jantung, diabetes atau kencing manis dan penyakit lainnya, biasanya karena perjalanan yang melelahkan berisiko tinggi menimbulkan kekambuhan.

Karena itu perlu hindari aktivitas yang berat atau terlalu melelahkan dan rutin minum obat.Menghindari terlalu banyak aktivitas fisik yang berlebihan saat cuaca panas.Meluangkan waktu untuk beristirahat dan menghindari kelelahan yang dapat mempengaruhi kesehatan.Keempat adalah Heatstroke (Lelah Panas).

Saat ini suhu di Arab Saudi kisaran 40 derajat Celsius dan diprediksi suhu di tanah suci pada puncak haji bisa mencapai 48 hingga 50 derajat.Lingkungan yang panas berpotensi mengalami dehidrasi bahkan heat stroke.Karena itu penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan konsumsi air yang cukup dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang terlalu lama, menggunakan alat pelindung seperti payung atau topi, dan yang kelima adalah sinkop atau pingsan.

Pada cuaca panas yang ekstrem bisa menyebabkan pingsan atau hilangnya kesadaran.Ketika jamaah haji merasakan keluhan kepala terasa pusing dan badan terasa letih, maka segera berteduh dan menghindari paparan matahari terlalu lama, Selain itu penting juga untuk memastikan ventilasi yang baik.

———– *** ————

Tags: