Mobdin Kena Tilang Elektronik, Pengendara yang Bayar

Bupati Maryoto Birowo dan Kapolres Handono Subiakto usai mengikuti vidcon launching ETLE secara nasional di Mapolres Tulungagung, Selasa (23/3).

Tulungagung, Bhirawa
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, menegaskan Pemkab Tulungagung tidak akan membayar denda tilang elektronik jika mobil dinas (mobdin) terjerat pelanggaran lalulintas. Pengendara mobdin tersebut yang harus membayar denda tilang secara pribadi.
“Yang bayar (kalau kena tilang) yang pengendaranya. Siapa pengendaranya itu yang membayar,” ujarnya usai mengikuti vidcon launching electronic traffic law enforcement (ETLE) secara nasional di Mapolres Tulungagung, Selasa (23/3).
Menurut dia, perlakukan terhadap mobdin sama dengan mobil-mobil plat hitam atau pribadi saat melakukan pelanggaran lalulintas. Termasuk ketika di tilang elektronik. “Jadi sama saja,” tandasnya.
Bupati Maryoto Birowo berharap dengan telah diberlakukannya tilang elektronik di Tulungagung akan semakin membuat masyarakat berdisplin dalam berlalulintas. “Kalau pengguna jalan sadar aturan, peningkatan keselamatan dalam berkendara akan terwujud,” paparnya.
Hal yang sama dikatakan Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto. Menurut dia, tidak ada perbedaan perlakuan terhadap mobil plat merah dengan mobil plat warna lainnya ketika melanggar aturan lalulintas. “Semuanya berlaku sama bagi pelanggar lalulintas,” tegasnya.
Sejauh ini, lanjut dia, sejak uji coba pemberlakukan tilang elektronik di Tulungagung pada pekan lalu sudah ada beberapa pengendara yang terekam kamera ketika melanggar aturan lalulintas. Namun karena, masih uji coba, pelanggar tersebut hanya diberi surat teguran simpatik.
“Beberapa hari ke depan uji coba tilang elektronik akan berakhir, dan akan mulai dilakukan penegakan hukum. Artinya, setiap pelanggaran ada sanksi hukumnya. Nanti menunggu pemberitahuan dari Polda. Tetapi kalau sudah dilaunching secara nasional hari ini maka mulai hari ini sudah berlaku,” tuturnya.
Soal berapa pelanggar yang sudah diberi teguran simpatik, perwira menengah polisi ini mengungkapkan pada hari Senin (22/3) kemarin, tercatat ada 10 pengendara roda empat yang terkena tilang elektronik. “Kalau yang plat merah kami belum melakukan pengecekan,” terangnya.
Seanjutnya, Kapolres Handono Subiakto menyatakan pemasangan kamera ETLE di Kota Marmer bakal ditambah. Tidak hanya di Simpang Empat Tamanan, tetapi juga di titik-titik lainnya.
“Penempatan kamera tambahan ini masih kami dievaluasi di mana nanti prioritasnya. Kami berharap dengan makin tambah kamera akan semakin tercapai ketertiban berlalulintas. Termasuk juga dengan pengadaan kamera yang bisa mobile,” paparnya. [wed]

Tags: