Mobil Rombongan Pengantin Ditabrak KA, 2 Tewas

7-mobil-ditabrak-KADi Nganjuk Ibu Tewas, Anak dan Cucu Luka
Bojonegoro, Bhirawa
Perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang pintu kembali memakan korban di dua daerah, Bojonegoro dan Nganjuk, Minggu (6/4). Kecelakaan di Bojonegoro terjadi di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo. Akibat kecelakaan itu, dua orang korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara, sedangkan tiga orang lain masih dirawat di RSUD Bojonegoro.
Saksi mata di lokasi kejadian, Mubin mengatakan, saat itu, mobil jenis Kijang Inova bernomor polisi B 833 BKO melaju dari arah selatan, namun setelah menyeberang di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo,¬† roda mobil menyangkut di rel. “Mobil sudah tidak bisa jalan lagi dan bersamaan itu ada kereta api yang melintas,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kaur Pemerintahan Desa setempat itu menjelaskan, saat itu korban usai dari hajatan manten di Desa Jatigede, Kecamatan Sumberejo. Korban, lanjut Mubin, berasal dari rombongan manten keluarga dari daerah Jombang. “Korban dari acara hajatan manten, dari keluarga dari Jombang,” lanjutnya.
Kejadian naas itu terjadi sekitar pukul 11.30. Kereta Api yang menabrak jenis KRD Jurusan Bojonegoro-Surabaya.¬† “Roda mobil menyangkut di rel saat akan melintas. Bersamaan dengan itu kereta api dari arah barat menuju ke Surabaya melintas, akhirnya terjadi kecelakaan,” ujar saksi mata lain di lokasi kejadian, Jono.
Akibat kejadian itu, dua orang korban meninggal di lokasi kejadian, tiga orang lain masih dirawat di RSUD setempat dan satu orang masih selamat. “Kita masih melakukan penyelidikan atas kejadian kecelakaan ini,” ujar Kapolsek Sumberejo AKP Fandil.
AKP Fandil menjelaskan, kini pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Korban yang masih selamat, Sugeng kemarin sempat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sumberejo. “Saksi yang selamat kita periksa untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Dua korban yang meninggal dunia diketahui bernama Supiyatun (63) dan Umsiah (35), warga Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Sedangkan korban lain masih dalam perawatan di RSUD setempat.
Korban yang masih dirawat diketahui bernama Luluk, Sella (6), Aulia (6), Deni Sukasti. Sedangkan Sulasmi, Diva, Lila, Sukadi, Kholil (10) dan Sugeng berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari dalam mobil saat mengetahui ada kereta api yang akan melintas.
Kecelakaan kereta di perlintasan tanpa palang pintu itu juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Warga berkerumun untuk melihat kecelakaan itu. Sementara proses evakuasi bangkai mobil baru bisa diangkat setelah dua jam lebih. Bangkai mobil baru bisa dievakuasi setelah mobil derek tiba di lokasi.
Sementara dari Ngajuk dilaporkan, perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Pagaran, Kecamatan Kota Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menelan korban jiwa kemarin. Karena memaksakan diri menyeberang, satu keluarga yang terdiri dari ibu dan dua anaknya, ditabrak KA Sritanjung jurusan Purwokerto-Jember. Satu orang tewas dan dua lainnya luka.
Korban tewas adalah sang ibu, Muhlisotin (49), warga Kelurahan Payaman Kecamatan Kota Nganjuk. Muhlisotin tewas dengan luka parah di kaki dan kepala. Sementara anak almarhumah yang membawa sepeda motor, Matrojali (26), menderita luka-luka. Demikian halnya dengan Jazilah (11), puteri bungsu Matrojali  mengalami luka parah.
Kanit Laka Lantas Polres Nganjuk, Iptu Nur Huda, menduga kecelakaan terjadi, Minggu (6/4) siang, akibat Matrojali tidak mau bersabar dan memaksakan diri menyeberang meski ia menyadari ada KA yang akan melintas. Bagian depan motor sudah menyeberang, KA melibas bagian belakang motor di mana bangku penumpang ditempati Muhlisotin. [bas.ris]

Tags: