MTI Jatim Berharap Transportasi Publik Diberikan Kemudahan

BHS sedang memberikan daging korban kepada warga terdampak Covid 19. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
MTI (Masyarakat Transportasi Publik) Jawa Timur berharap, seharus untuk transportasi publik tidak terjadi penyekatan. Mestinya transportasi publik diberikan keleluasaan dan kemudahan. Selain itu, masyarakat pengguna transportasi publik akan mudah terpantau dari pada menggunakan kendaraan pribadi.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Harian MTI Jawa Timur , Bambang Haryo Soekartono atau akrab disapa BHS usai memberikan daging korban secara simbolis kepada warga terdampak Covid 19, pada (22/7) kemarin.

Menurutnya, PPKM Darurat ini terjadi tidak hanya sekat menyekat. Inti utamanya bukan menyekat, bila dilakukan penyekatan akan terjadi penumpukan di wilayah yang lain. Akan lebih parah terjadinya kerumunan.

“Makanya PPKM ini harus disikapi dengan program yang jelas. Kondisi transportasi di Terminal Purabaya mengalami penurunan yang luar biasa. Termasuk transportasi kebutuhan pokok masyarakat ini juga sangat terkena dampak penyekatan. Berilah kelancaran dan berilah kemudahan,” harapnya.

Lanjutnya, misalnya yang lain, masyarakat yang Isoman ini jumlahnya kan lebih banyak dari yang dirawat di rumah sakit. “Kondisi ini jangan sampai parah dan masuk ke rumah sakit, tentunya ada keterbukaan dari masyarakat sendiri,” katanya.

Lanjutnya, kalau kalau ada keterbukaan dari Isoman, maka akan mudah dilakukan pemantauan dan pemberian bantuan, kebutuhan-kebutuhan apa saya yang diperlukan.

“Baik itu terpantau oleh Satga Covid 19, pemerintah dan masyarakat sekitarnya. Jadi kekurangannya apa bisa lebih cepat terbantu. Jika mereka tidak terbuka, maka yang memantau ataupun yang membantu juga akan kesulitan,” jelasnya.

Di sisi lain, momen Idul Adha 1442 H dimanfaat oleh BHS Peduli untuk membantu serta meringankan benban warga yang kurang mampu, juga warga terdampak Covid 19. Yakni dengan membagi-bagikan ribuan paket daging, yang terdiri dari penyembelihan 30 sapi dan 40 ekor kambing korban.

Usai memberikan secara simbolis kepada warga dan para relawan, mantan Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menjelaskan, lebih diperbanyak untuk pemotongan hewan korbanya dari pada tahun yang lalu. Karena kondisinya sekarang ini terjadi penurunan pemotongan hewan korban di masyarakat.

“Makanya, kami yang masih ada kemampuan untuk berkorban melakukannya lebih banyak,” jelas politikus Gerindra ini.

Ia katakan, disaat pendemi sekarang ini masyarakat sangat membutuhkan gizi yang baik, yakni protein. Makanya di Gerindra Jawa Timur untuk penyembelihan hewan korban lebih banyak hewan sapi.

“Sasaran pembagiannya, para relawan serta para warga yang kurang mampu. Termasuk juga warga yang terdampak Covid 19,” katanya. [ach]

Tags: