Muhammadiyah Siap Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi SDM Indonesia

Jakarta, Bhirawa.
Muhammadiyah siap berkolaborasi dan mendukung berbagai program dan kebijakan Kemnaker. Khususnya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Hal tersebut dikemukakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan, Agus Taufiqurrohman saat Menaker Ida Fauziyah yang didampingi Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi dan Kabiro Humas Soes Hindharno. Dalam kunjungan silaturahmi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta, Saptu (17/10). Disambut para pimpinan Muhammadiyah lainnya, Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto, Ketua MPKU Agus Syamsuddin, Ketua MDMC Budi Setiawan dan Wakil MDMC Rahmawati Husein.

“Muhammadiyah siap berkolaborasi dan mendukung berbagai program dan kebijakan Kemnaker. Saya menyambut baik hal ini. Semoga mbak Menteri diberikan kekuatan dan kesehatan,” ucap Agus Taufiqurrohman menyambut ajakan Menaker untuk ber kolaborasi meningkatkan kompetensi SDM Indonesia.

Menaker mengungkapkan; setiap tahun terdapat sekitar 2 juta hingga 2,9 juta penduduk usia kerja baru yang masuk pasar kerja. Jumlah pengangguran bahkan meningkat tajam oleh dampak pandemi Covid-19. Yakni mencapai 6,9 juta pengangguran, dengan 3,5 juta pekerja terdampak pandemi Covid-19.

Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan SDM, cukup kompleks, kata Ida Yakni, mulai dari angkatan kerja yang masih didominasi lulusan SMP ke bawah, tingkat produktivitas stagnan dan tingkat daya saing yang perlu ditingkatkan.

“Dalam isu penguatandan peningkatan SDM, kami harap menjadi concern bersama. Harus ada kerjasama dan kolaborasi. Kami ingin program dan kegiatan dari Kemnaker, mendapat support dari Muhammadiyah,” ucap Menaker kala bersilaturahmi itu.

Dalam peningkatan SDM, lanjut Ida, Kemnaker men-targetkan membangun 2.113 BLK Komunitas hingga tahun 2020. Pelatihan di BLK Komunitas ini disesuaikan dengan kebutuhan industri. Alumni BLK Komunitas ini banyak yang sukses menjadi Wirausaha dan masuk pasar kerja.

Dalam langkah strategis penanganan Covid-19, Kemnaker memberikan bantuan program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja. Melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS). Didalamnya terdiri dari program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk Penciptaan Wirausaha dan padat karya.

“Situasi pandemi Covid-19 ini, kami meng gerakkan program JPS, guna mendukung produk-produk kreatif industri kecil. Yang pada akhirnya dapat membantu masyarakat bertahan di masa Covid-19. Bahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah,” papar Ida. [ira]

Tags: