MUI Mojokerto Serukan Umat Islam Tak Golput

Kab Mojokerto, Bhirawa
Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kab Mojokerto meminta kepada semua warga masyarakat khususnya. Umat Islam yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu. Baik Pileg pda 9 April nanti maupun Pilpres pada 9 Juli mendatang. Untuk mempertegas seruannya, MUI menyerukan Golput itu haram. Menggunakan hak pilih dalam Pemilu, menurut pandangan MUI berarti ikut menentukan masa depan bangsa.
”Negara Indonesia ini memang bukan Negara Islam. Tapi Negara Indonesia yang harus taat pada aturan. Sebagaimana edaran MUI Pusat, MUI Mojokerto juga mewajibkan warga Indonesia untuk mencoblos. Memilih pemimpin dalam Pileg dan Pilpres nanti,” ucap Ketua MUI Kab Mojokerto, KH Maschul Ismail, Rabu (2/4) kemarin.
KH Maschul melontarkan seruan itu ketika mengisi pengajian di masjid Pemkab Mojokerto. Tak mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilih saat pemilu nanti, sama saja tak ikut menentukan masa depan pemerintah. Memilih pemimpin ikut menentukan masa depan mereka sendiri dalam roda pemerintahan lima tahun mendatang.
”Gunakan hak pilih ke TPS dan memilih sesuai hati nurani. Pilih yang terbaik. Jika menurut kalian tak ada calon pemimpin yang dinilai baik, pilihlah yang setidaknya memiliki sedikit kebaikan. Pasti ada. Tidak mungkin tidak ada,” tandas pengasuh Ponpes di wilayah Keamatan Pacet, Kab Mojokerto ini.
Pemilu adalah program pemerintah. Semua warga negara wajib mematuhi pemerintah. MUI wajib menyampaikan penggunaan hak pilih pada Pemilu mendatang. Namun diakui bahwa calon pemimpin termasuk Caleg kini sulit ditemukan yang amanah. Pemimpin saat ini cenderung ghonimah (berburu kekayaan dengan berbagai cara), meski tak semuanya.
Seruan Golput haram dan kewajiban menggunakan hak pilih itu disampaikan MUI Mojokerto belakangan ini. Dalam setiap kesempatan selalu mengimbau agar warga menggunakan hak pilih. Tidak hanya dalam pengajian, tapi dalam forum bersama masyarakat jika melibatkan MUI selalu diserukan warga wajib memilih. [kar]

Tags: