MUI Sambut Baik Tambahan Jam Pelajaran Agama

1393427361Bojonegoro, Bhirawa
Minimnya moral dalam lingkungan pendidikan di Indonesia membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) rencana akan menambah jam pada mata pelajaran Agama. Rencana itu disambut baik oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro.
“Pasalnya, Bojonegoro sebagai kota penghasil Minyak Bumi dan Gas (Migas), berpotensi menimbulkan gejolak sosial dan berpengaruh pada gaya hidup masyarakat Bojonegoro,” kata Ketua MUI Bojonegoro, Jauhari Hasan, Selasa (13/5) kemarin. “Jam pelajaran Agama yang hanya dua jam setiap minggunya dinilai sangat kurang sehingga rencana penambahan jam tersebut dirasa tepat,” ujar dia.
Menurutnya, rencana bagus itu yang perlu diperhatikan adalah bukan sekadar teori di sekolah, akan tetapi harus diimbangi dengan ada praktik dalam kesehariannya. Selain itu, peran keluarga sangat penting dalam mendidik agama di rumah dan juga lingkungan. “Jangan sampai di sekolah sudah ditambah jam pelajarannya, namun keluarga di rumah membiarkan,” pungkasnya.
Menurutnya, kekerasan yang terjadi pada anak dan di lingkungan pendidikan memang akibat dari minimnya moral, dan hal itu bisa dilakukan dengan pendidikan agama yang intens bagi peserta didik baik di sekolah maupun di sekolah. [bas]

Keterangan Foto : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Jauhari Hasan.

Tags: