Muncul 256 Kasus Baru HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo

dr M.Ato’ Ilah. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Secara kumulatif jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kab Sidoarjo sejak tahun 2010 sampai 2020 ada sebanyak 3.690 orang.Sementara khusus pada tahun 2020 ini saja yakni terhitung mulai Januari sampai Agustus, muncul ada kasus baru 256 ODHA.

Menjelang hari HIV/AIDS se dunia pada 1 Desember 2020, Dinas Kesehatan Kab Sidoarjo berharap target tri zero terkait penyakit ini bisa terwujud dengan optimal. Misalnya zero adanya kasus baru, zero adanya kematian dan zero stigma yang mendiskriminasi para ODHA.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kab Sidoarjo, dr M.Ato’ Ilah, menyatakan target tri zero di Kab Sidoarjo tersebut masih belum bisa tercapai 90%. Namun masih berkisar antara 60% – 80%.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri untuk mencapai target tersebut, sangat perlu dukungan dari semua pihak,” ujar dr Ato’, Senin (16/11) kemarin.

Di Kab Sidoarjo, menurutnya ada komunitas yang peduli dengan kondisi ODHA atau orang dengan HIV/AIDS. Namanya Parpras singkatan dari Putra -Putri Duta Peduli Aids Sidoarjo.

Dirinya berharap komunitas ini terus mendukung Pemkab Sidoarjo dalam menyebarkan informasi kepada masharakat tentang apa itu HIV/AIDS. Supaya masyarakat bisa tahu, sehingga bisa mencegah, menghindarinya dan tidak sampai melakukan stigma negatif yaitu tidak diskriminasi terhadap para ODHA.

Dr Ato’ yang juga sekretaris komisi penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Sidoarjo itu juga menerangkan untuk melayani kesehatan para ODHA, Pemkab Sidoarjo memberikan pemeriksaan maupun pengobatan secara gratis.

Lanjut dr Ato’ Ilah tidak hanya ODHA saja yang gratis mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Namun juga orang-orang yang termasuk berisiko tinggi. Misalnya kaum yang termasuk lelaki suka lelaki (LSL), Waria, pekerja seks komersil (PSK) dan orang yang hidup dengan ODHA.

“Selain pemeriksaan rutin, mereka juga mendapatkan obat ARV secara rutin di Puskesmas,” kata dr Ato’ Ilah.

Obat ARV tersebut, jelas dr Ato’, sangat penting untuk mencegah dan menghambat pertumbuhan virus HIV. Sehingga diharapkan para ODHA akan bisa beraktivitas normal sehari-harinya.

Dikatakannya, para ODHA itu bisa berobat ke RSU Sidoarjo dan 26 Puskesmas di Sidoarjo secara gratis. Namun yang ada layanan ARV, selain di RSUD juga masih ada di 10 Puskesmas saja. Para ODHA juga bisa berobat gratis ke 10 RS swasta yang sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kab Sidoarjo.

Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, para ODHA di Sidoarjo diingatkan supaya lebih waspada dalam menjaga daya tahan tubuhnya. Karena Covid-19 rawan muncul pada orang-orang yang daya tahan tubuhnya menurun, seperti pada penderita HIV/AIDS tersebut. (kus)

Tags: