Museum Mpu Tantular Tunggu Instruksi Buka Pelayanan 100 Persen

Museum Mpu Tantular Provinsi Jawa Timur, yang berada di Desa Sidokerto, Kec Buduran, Kab Sidoarjo. [alikus]

Sidoarjo, Bhirawa
Sampai Bulan Desember 2020 atau hampir satu tahun ini, Museum Mpu Tantular Provinsi Jawa Timur masih belum bisa full 100% melayani kunjungan masyarakat ke tempat penyimpanan benda – benda purbakala warisan nenek moyang itu.
Menurut Kepala Museum Mpu Tantular Jawa Timur, Drs Edi Irianto, pertimbangannya jangan sampai masyarakat yang berkunjung dalam masa pandemi Covid 19 ini, justru bisa tertular oleh virus yang sedang mewabah di semua negara di dunia itu. Dan pembukaan kembali kunjungan masyarakat ke UPT Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, yang berada di Desa Sidokerto, Kec Buduran itu, masih harus menunggu intruksi dari pihak Dinas.
“Meskipun selama ini persiapan kami dari aspek fisik Protokol Kesehatan maupun aspek administrasi sudah siap, namun untuk membuka pelayanan kembali secara normal, tetap menunggu instruksi dari Dinas,” kata Edi Irianto, Jumat (11/12) akhir pekan lalu.
Sehingga bila ada intruksi pada tahun 2021 mendatang supaya dibuka kembali, Edi mengaku sudah merasa siap. Tentu saja dengan menjalankan Prokes yang ketat. Namun diakui Edi, beberapa waktu ini pihaknya masih bisa menerima kunjungan, namun yang bersifat khusus saja dengan jumlah pengunjung yang terbatas. Seperti dari pihak DPR dan pihak kampus untuk keperluan penelitian. ”Pernah ada kunjungan dari kampus di Yogjakarta,” kata Edi.
Selama masa pandemi Covid 19 ini, program kegiatan kerja yang sempat dilakukan museum Mpu Tantular yang terbilang besar, yakni kegiatan pameran aksara bermakna. Pembukaanya dilakukan secara offline, acara selanjutnya diteruskan secara online. Kegiatan ini memamerkan sejumlah koleksi karya tulis warisan budaya. Diantaranya seperti prasasti bertulis seperti sotasoma, negara kertagama dan relief bertulis. Semuanya merupakan koleksi dari Museum Mpu Tantular sendiri. Pesertanya bermacam – macam, selain dari kalangan komunitas, juga instansi dan mahasiswa.
Program kerja ini, lanjut Edi, awalnya direncanakan di Tengger, Probolinggo. Dengan mengundang peserta dari Kabupaten/Kota di Jatim. Namun akhirnya tidak bisa, sehingga ditempatkan di Museum Mpu Tantular. Sejak 10 Desember 2020, semua program kerja di UPT Museum Mpu Tantular Jatim sudah selesai. [kus]

Tags: