Nakes di Kabupaten Malang Rawat Pasien Covid-19 Terima Dana Intensif

Kadinkes Kab Malang dr Arbani Mukti Wibowo.

Kab Malang, Bhirawa
Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terlibat menangani pasien Corona Virus Disease (Covid-19), yang dibawa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang terima pencairan dana insentif tiga bulanan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sehingga dengan informasi tersebut, maka para Nakes di kabupaten setempat sangat senang.

Kadinkes Kabupaten Malang dr Arbani Mukti Wibowo, Senin (24/8), kepada wartawan membenarkan, jika dana intensif tiga bulanan telah cair, yaitu bulan  Maret, April, dan Mei 2020. Sedangkan dana insentif tersebut sudah diterima oleh para Nakes dilingkungan Dinkes Kabupaten Malang. “Kami sudah mendistribusikan

secara payroll atau sebuah sistem administrasi penggajian. Artinya, dalam pencairan dana insentif itu langsung masuk rekening bank masing-masing Nakes,” terangnya.  

Sedangkan, lanjut dia, untuk dana insentif pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 2020 belum cair, karena untuk saat ini masih dalam proses. Namun, kami usahakan pada bulan September 2020 mendatang, para Nakes bisa kembali menerima dana tersebut. Dan rincian dana insentif itu, untuk masing-masing tenaga dokter spesialis menerima Rp 15 juta, dokter umum Rp 10 juta, tenaga bidan dan perawat menerima Rp 7,5 juta per orang, dan tenaga medis lainnya menerima Rp 5 juta per orang.

“Dana insentif yang diterima Nakes itu dihitung perbulan. Misalnya, dokter umum yang perbulan memperoleh dana insentif Rp 10 juta, maka dalam tiga bulan mereka menerima Rp 30 juta. Sedangkan semua Nakes yang menerima dana insentif itu. Khusus yang terlibat dalam penangani Covid-19,” jelas Arbani.

Ditambahkan, dana insentif Nakes yang menangani pasien Covid-19 tersebut dari Kemenkes. Sehingga selama masih terjadinya Pandemi Covid-19, para Nakes yang terlibat langsung dalam menangani pasien Covid-19, tentunya terus menerima dana insentif. Karena pencairan dana itu merupakan kebijakan Pemerintah Pusat. Selain itu, para Nakes yang langsung kontak dengan pasien Covid-19 telah membawa resiko yang cukup besar. Dan bahkan, tidak sedikit dokter dan perawat meninggal dunia akibat terinveksi Covid-19.

“Dengan resiko penularan Covid-19 terhadap Nakes, maka pemerintah memberikan kebijakan untuk memberikan dana insentif. Dan kami berharap agar Pandemi Covid-19 ini bisa secepatnya berakhir,” tandas Arbani.  

Secara terpisah, salah satu tenaga perawat di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Malang Emi Sulastri mengatakan, dirinya sangat senang telah menerima dana insentif dari Kemenkes. Sedangkan dana insentif tersebut kami terima pada dua Minggu lalu, sebesar Rp 22,5 juta. Sehingga dengan pencairan dana itu, maka bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

“Kami sebagai perawat kesehatan merupakan sebuah pilihan untuk membantu sesama. Meski saat ini dirinya sebagai Nakes yang langsung kontak dengan pasien Covid-19, namun dirinya tetap semangat dalam merawat pasien yang terinveksi virus corona, agar pasien secepatnya sembuh” paparnya. [cyn]

Tags: