Nakes Terpapar Covid-19 di Tulungagung Meninggal Dunia

Galih Nusantoro memperlihatkan beberapa kecamatan di Tulungagung yang sudah berwarna hijau kemarin.

Tulungagung, Bhirawa
Tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19 saat melaksanakan tugas terus bertambah. Di Tulungagung, salah satu nakes di RSUD dr Iskak meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut.

Kematian nakes akibat Covid-19 ini merupakan yang pertama di Tulungagung sejak enam bulan terakhir dan merupakan nakes pertama yang meninggal dunia karena Covid-19. Sebelumnya hanya ada tiga orang warga Tulungagung yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

“Dengan meninggalnya satu nakes itu maka saat ini yang tercatat meninggal dunia karena Covid-19 di Tulungagung menjadi empat orang. Keempat orang itu berasal dari Kecamatan Boyolangu, Sumbergempol Tulungagung dan Karangrejo,” ujar Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, Minggu (18/10).

Diakui Galih Nusantoro, nakes yang meninggal dunia tersebut sebelumnya sempat terpapar pula oleh Covid-19 pada Juli lalu. Namun empat hari kemudian sembuh dan beraktifitas seperti semula.

“Tanggal 30 Sepetember lalu almarhum kembali dinyatakan positif Covid-19 dan kemudian meninggal dunia pada tanggal 16 Oktober kemarin. Pemulasaran jenazah telah dilakukan sesuai dengan protokol Kesehatan atau prosedur covid-19,” paparnya.

Dengan bertambahnya kasus kematian akibat Covid-19 di Tulungagung, Galih Nusantoro berharap masyarakat Tulungagung untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Yakni memakai masker, jaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun. Apalagi saat ini sudah mulai merambah pada sistem keluarga yang memungkinkan terjadi klaster keluarga.

Soal kematian nakes akan mempengaruhi zona kuning di Tulungagung, pejabat Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Tulungagung ini menyatakan Tulungagung masih tetap berada di zona kuning. Namun demikian, bertambahnya kasus kematian tersebut mempengaruhi fatality rate Tulungagung.

“Tetapi masih kuning. Saat ini fatality rate Tulungagung menjadi 0,9 persen. Masih dibawah 1 persen. Jadi masih terbilang rendah,” tuturnya.

Sampai saat ini jumlah warga Tulungagung yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 443 orang. Rinciannya, yang dikarantina sejumla 23 orang, dirawat (8 orang), isolai (4 orang), sembuh (404 orang), dan meninggal dunia (4 orang). Tingkat kesembuhan mencapai 91,19 persen. (wed)

Tags: