Nama Pj Gubernur Jatim Masih Tanda Tanya

Rohani Siswanto

DPRD Jatim, Bhirawa.
Penentuan nama Penjabat (Pj) Gubernur Jatim nampaknya masih alot. Sebab, jelang berakhirnya jabatan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, nama Pj Gubernur Jatim belum juga diumumkan oleh pemerintah pusat. Adapun jabatan Khofifah-Emil sebagai Gubernur dan Wagub Jatim selesai pada 13 Februari 2024.

Sebagaimana ketentuan, kekosongan jabatan akan diisi oleh Pj Gubernur yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden. “Sampai saat ini belum keluar nama,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Rohani Siswanto, Senin (12/2).

Ketentuan mengenai Pj Gubernur diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 4 tahun 2023 tentang Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati, dan Penjabat Wali Kota.

Dalam prosesnya, DPRD dan Kemendagri masing-masing berhak mengusulkan tiga nama calon. Pada 30 November 2023 sebelumnya, DPRD Jatim sudah resmi menyampaikan tiga nama calon.

Rinciannya adalah nama Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Adi Suryanto, Lalu, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri Tomsi Tohir Balaw.

Meski belum ada putusan nama hingga saat ini, Rohani enggan berandai-andai mengenai potensi kekosongan jabatan di Pemprov Jatim.

Politisi Partai Gerindra itu masih yakin pemerintah akan segera memutuskan nama Pj Gubernur Jatim. Hanya saja kapan, dia mengaku akan menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Tidak mungkin pemerintahan dibiarkan kekosongan tanpa pimpinan daerah. Mungkin sementara akan di isi PLH sampai dipilih Pj definitif,” kata Rohani.

Sementara, Ketua Komisi A DPRD Jatim Adam Rusydi meyakini tak akan sampai terjadi kekosongan jabatan di Pemprov, meski hingga saat ini belum ada keputusan nama Pj Gubernur. Sebab dari informasi terakhir yang diterima Komisi A, nama Pj Gubernur hanya tinggal gedok nama.

“Insyaallah kemarin saya dapat informasi dari Kemendagri, itu sudah tinggal penentuan nama saja,” kata Adam.

Namun, saat ini usulan tersebut tinggal dua nama. Sebab Kepala LAN RI Adi Suryanto tutup usia pada Desember 2023 lalu. Adam menyebut, tidak ada tambahan usulan nama lagi dari DPRD Jatim selain dua nama tersisa.

Dalam regulasi yang sama, pada proses pembahasan usulan itu, Mendagri melakukan seleksi untuk menghasilkan tiga nama. Pembahasan ini melibatkan kementerian/lembaga pemerintah non kementerian yang diantaranya Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Sekretariat Kabinet. Tiga nama usulan calon selanjutnya disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan.

Selanjutnya, pengangkatan Pj Gubernur ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Adam tidak merinci lebih jauh siapa calon yang paling berpeluang dipilih oleh pemerintah pusat. Hanya saja Adam berharap siapapun yang dipilih adalah tokoh yang mampu menjaga kondusifitas Jawa Timur.

Selain itu, juga bisa meneruskan program baik di masa Khofifah-Emil. “Apa yang sudah baik dilakukan oleh Gubernur mohon diteruskan, jangan sampai ada perubahan yang tidak baik,” terang politisi muda Partai Golkar ini. [geh.dre]

Tags: