Nama Tomsi Tohir Muncul di Menit Terakhir Usulan Pj Gubernur Jatim, Ini Alasannya!

Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat melantik Tomsi Tohir Balaw sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Ist

DPRD Jatim, Bhirawa
Nama Tomsi Tohir Balaw menjadi perbincangan di Fraksi-fraksi DPRD Jatim. Pasalnya, perwira tinggi Polri ini masuk dalam bursa Penjabat (Pj) Gubernur pengganti Khofifah Indar Parawansa di menit terakhir penyerahan ke Kemendagri.

Komisaris Jenderal Polisi Tomsi Tohir saat ini mengemban jabatan sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dia resmi dilantik sebagai Irjen Kemendagri tahun 2022 silam.

Sebelum dilantik menjadi Irjen Kemendagri, Tomsi mengemban sejumlah jabatan lainnya di Polri. Kemudian Tomsi diberi amanat baru untuk menjabat di Kementerian Dalam Negeri.

Lantas, siapa yang mengusulkan Jenderal polisi bintang tiga ini menjadi pesaing kuat Adhy Karyono (Sekdaprov Jatim dan Adi Suryanto (LAN-RI). Muhammad Fawait, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim inilah yang mengusulkan pada menit terkahir.

Diketahui sebelum H-1 pengumuman tiga nama calon Pj Gubernur, Fraksi partai besutan Prabowo Subianto ini mengusulkan mantan Kapolda Jatim Irjen. Pol. Dr. Toni Harmanto. Usulan itu pun berubah pada detik-detik sebelum rapat Paripurna, Kamis (30/11) kemarin.

Gus Fawait, sapaan akrabnya ini mengaku tidak mudah merekomendasikan nama-nama calon Pj Gubernur pengganti Khofifah Indar Parawansa. Pasalnya, tokoh sekaliber Khofifah adalah sosok nasional yang berhasil memimpin Jatim.

“Tidak mudah memang bagi Fraksi Gerindra. Karena kita tahu sosok Gubernur Khofifah dan Wakilnya Emil Dardak adalah sosok yang nasional,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (1/12).

Ditanya alasan mengusulkan nama Tomsi Tohir Balaw, Gus Fawait mempunyai penilaian sendiri. Tomsi dinilai seorang jenderal terbaik di tubuh Polri.

Selama berkarier sebagai anggota Polri, lanjut dia, Tomsi sudah beberapa kali mengemban jabatan strategis yang diawali saat menjabat sebagai Kasatresmob Polda Metro Jaya pada tahun 2004. “Beliau merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1990 dan berpengalaman di bidang Reserse,” jelasnya.

Pengalaman itulah yang membuat Gus Fawait yakin Jawa Timur akan aman dan damai di tahun politik sekarang ini. Menurutnya, tahun 2024 akan menghadapi pemilu terbesar. Pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah Indonesia yakni Pileg, Pilpres dan Pilkada Gubernur hingga Bupati/Wali Kota serentak termasuk Jatim.

“Tentu perlu juga seorang pemimpin Pj yang mampu menjaga stabilitas negara, khususnya Jawa Timur yang menjadi barometer politik nasional. Maka, perlu dijaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas,” ujarnya.

Selain mengusulkan Tomsi Tohir, Fraksi Gerindra juga mencantumkan nama Adhy Karyono. Pemilihan nama tersebut pun diyakini bisa melanjutkan program-program Khofifah-Emil.

“Kami merekomendasikan salah satunya adalah birokrat yang paling sesuai aturan ya Pak Sekdaprov Jatim Adhy Karyono. Apalagi ketua TAPD pasti sangat paham kebijakan yang dibuat,” pungkasnya. [geh]

Tags: