Narkoba Bukan Lagi Darurat, Sudah Bencana Kemanusiaan

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansah melantik Laskar Anti Narkoba yang digawangi Pengurus Cabang Muslimat NU Jombang, Sabtu (21/5).  Pelantikan sebanyak 100 laskar perempuan dilakukan bersamaan peringatan Harlah Muslimat NU ke 70 di Alun alun Jombang.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansah melantik Laskar Anti Narkoba yang digawangi Pengurus Cabang Muslimat NU Jombang, Sabtu (21/5). Pelantikan sebanyak 100 laskar perempuan dilakukan bersamaan peringatan Harlah Muslimat NU ke 70 di Alun alun Jombang.

(Belanja Narkoba Mencapai Rp 63 T)
Jombang, Bhirawa
Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansah meminta kaum perempuan untuk ikut bergerak membentengi masyarakat dan keluargannya dari bahaya Narkoba. Pasalnya bahaya masalah Narkoba bagi bangsa bukan lagi dalam posisi darurat, tetapi sudah menjadi bencana kemanusian.
”Narkoba bagi bangsa ini bukan lagi darutat, akan tetapi sudah menjadi bencana kemanusiaan.¬† Karena belanja masyarakat Indonesia untuk Narkoba sudah mencapai Rp63 triliun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir,” ujarnya Khofifah menyampaikan.
Hal ini disampaikan saat melantik Laskar Anti Narkoba  yang digawangi Pengurus Muslimat NU Kab Jombang, Sabtu (21/5). Kasus Narkoba di Indonesia sudah sangat memperihatinkan, hal ini karena setiap bulannnya orang yang masuk ke penjara karena Narkoba mencapai 2 ribu tersangka. Narkoba dikatakannya menjadi industry yang sangat menjanjikan.
”Sejak 2014 hingga 2016 ini jika dihitung belanja masyarakat untuk Narkoba ini mencapai Rp63 triliun,” bebernya merelease hasil rapat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) setiap bulannya.
Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini menambahkan, hasil peneelitian salah satu Perguruan tinggi menyebutkan kalau 30% angka kriminalitas dipengaruhi karena Narkoba. ”Karena ini merupakan gerakan kemasayarakatan. Untuk menyelamatkan anak bangsa, yang dilakukan Muslimat NU Jombang dengan membentuk lascar perempuan anti Narkoba,” ujarnya.
Karenanya, perempuan yang dikenal dekat dengan Gus Dur ini meminta kaum perempuan untuk ikut aktif membentengi masyarakat keluarga dari bahaya Narkoba. ”Kita tak bisa hanya mengandalkan BNN, ibu-ibu dan para kiai saya minta tolong setiap kegiatan pengajian, tahlilan, Manakiban selalu menambah Munajat mendoakan bangsa ini selamat dari Narkoba,” pintanya.
Sebelum diterjunkan, Lascar Anti Narkoba ini sudah mendapatkan pelatihan khusus baik terkait konselor maupun motovator. ”Karenannya mereka dilantik, dan ini pertama kali pelantikan lascar anti Narkoba di Indonesia,” tandasnya.
Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengatakan Laskar Perempuan Anti Narkoba yang digawangi Muslimat NU diharapkan ikut berperan aktif bersama tiga pilar, Kepala Desa, Babinkabtibmas dan Babinsa memberantas Narkoba. ”Jombang sudah memiliki Laskar sebanyak 100 orang. Mereka terdiri dari dai yang berada di desa dan kecamatan,” ujarnya.
Putri pendiri NU ini menambahkan, setiap kecamatan terdiri dari empat orang yakni satu konselor satu Motivator dan dua penyuluh. ”Mereka yang bergerak dimasing masing desa untuk melakukan penyluhan dan pendampingan melalui pengajian pengajian setiap minggunya,” tandas Mundjidah yang juga Wakil Bupati Jombang ini mengatakan. [rur]

Tags: