Nasdem Kaji Luber Jurdil di Pemungutan Suara Pilwabup Tulungagung

Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Tulungagung, Ahmad Djadi.

Tulungagung, Bhirawa
Kendati pemungutan suara Pilwabup Tulungagung dalam rapat paripurna DPRD Tulungagung sudah usai dan menempatkan Cawabup Gatut Sunu Wibowo dengan perolehan suara terbanyak, namun DPD Partai Nasdem Tulungagung masih mempersoalkannya. Mereka saat ini sedang mengkaji proses pemungutan suara pilwabup yang dinilai mencederai asas luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil).

“Kami saat ini sedang mengkaji dan mendalami. Aturannya sejauh mana. Konstitusinya sejauh mana,” ujar Ketua DPD Partai Nasdem Tulungagung, Ahmad Djadi, Selasa (21/9).

Menurut dia, saat ini DPD Partai Nasdem Tulungagung belum mengajukan keberatan pada Pansuslih atau DPRD Tulungagung terkait proses pemungutan sura dan penghitungan suara di Pilwabup Tulungagung itu. “Masih sebatas memberi laporan pada DPW dan DPP Partai Nasdem,” ucapnya.

Ahmad Djadi selanjutnya mempertanyakan apakah luber jurdil yang berlaku mulai pemilu tahun 195, saat ini masih menjadi asas. “Apakah karena penyelenggaraan khusus Pilwabup Tulungagung dipilih DPRD kemudian spesial, kami kurang bisa memahami,” paparnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Nasdem Tulungagung, Tatang Adi Wiyono, mengungkapkan pula jika pada Senin (20/9) lalu, telah mengantar seorang saksi dari Cawabup Nomor urut 2 dalam Pilwabup Tulungagung yang merasa keberatan dengan proses pemungutan dan penghitungan suara ke Kantor Sekretariat DPRD Tulungagung. Saksi tersebut menilai proses pemungutan dan penghitungan suara melanggar tatib yang telah disahkan.

“Saksi ini, Ibu Riska (anggota dewan) mendapat mandat khusus keberatan dari calon nomor urut dua. Karena itu, ia belum tandatangan (berita acara pemilihan),” paparnya.

Tatang selanjutnya menandaskan yang memberikan keberatan ke Sekretariat DPRD Tulungagung bukan DPD Partai Nasdem Tulungagung, melainkan Cawabup nomor urut dua, Panhis Yody Wirawan. “Jadi tidak ada hubungannya dengan partai (Nasdem),” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam Pilwabup Tulungagung yang berlangsung di Ruang Graha Wicaksana Kantor DPRD Tulungagung Sabtu (18/9), lima parpol yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat dan PKS menyerahkan pencoblosan dengan pilihan Cawabup nomor urut 1, Gatut Sunu Wibowo, pada pansuslih. Sementara yang memberikan suara secara rahasia dengan pencoblosan surat suara di bilik suara juga ada lima parpol. Yakni, PKB, Partai Hanura, PAN, PPP dan PBB.

Setelah dilakukan penghitungan suara oleh pansuslih, didapat hasil Cawabup Gatut Sunu yang diusung PDI Perjuangan memperoleh 34 suara dan Cawabup Panhis yang diusung Partai Nasdem memperoleh 15 suara.

Sampai berita ini ditulis, Ketua Pansuslih Wabup Tulungagung, Suprapto, belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon selulernya pun belum ada tanggapan. (wed)

Tags: