Nasib Puluhan Pekerja Menunggu Ketegasan DPMPTSP Naker Kota Batu

Mustari Janib (baju putih) bersama rekan-rekannya dari Panderman Hill Batu usai mendatangi Kantor DPMPTSP Naker di Balaikota Batu, beberapa waktu lalu

Kota Batu, Bhirawa.
Puluhan karyawan dari Panderman Hill, salah satu perusahaan properti di Kota Batu kini dilanda kebingungan. Hal ini diakibatkan sudah empat bulan ini mereka belum menerima gaji. Akibatnya mereka harus berhutang di sana- sini guna ‘menyambung hidup’. Masalah keterlambatan gaji ini sekarang tengah ditangani Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jatim bersama Disnaker kota setempat.
“Saat ini untuk bisa mendapatkan bahan kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya, kita (karyawan Panderman Hill) mendatangi toko-toko terdekat untuk bisa berhutang,”ujar salah satu karyawan Panderman Hill, Mustari Janib, Minggu (12/1).
Kondisi semakin tertekan ketika ada karyawan yang memiliki tanggungan anaknya yang sekolah. Untuk Janib sendiri memiliki dua putra yang keduanya sekolah, bahkan satu di antaranya sudah duduk di bangku kuliah.
“Untuk memenuhi biaya pendidikan anak ini saya berusaha mencari pinjaman ke saudara dan kerabat kita masing- masing. Untuk yang kuliah, setidaknya per semester kita harus siapkan uang Rp 6,5 juta,”jelas Janib.
Diketahui, masalahj keterlambatan pembayaran gaji karyawan Pamderman Hilll ini sekarang harus ditangani Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jatim bersama Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Kota Batu. Bahkan para karyawan Panderman Hill ditemani Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Batu telah mendatangi Kantor DPMPTSP Naker untuk menuntut ketegasan dalam masalah ini.
Sebelumnya diberitakan di website koran ini (www.harianbhirawa.co.id) bahwa SPSI bersama puluhan pekerja Panderman Hill mendatangi dan mengingatkan DPMPTSP Naker yang dianggapnya ‘sedang tertidur’. Karena hingga saat ini belum melakukan action atau tindakan tegas yang dilakukan kepada PT.Sarana Graha Sejahtera (SGS) sebagai pengembang Perumahan Panderman Hill Kota Batu.
“Saya kecewa dengan Disnaker Batu (Dinas PMPTSP Naker-red) yang sampai saat ini belum melakukan action. Ini masalah ‘perut’ banyak orang, seharusnya Disnaker bertindak cepat,”ujar Ketua SPSI Batu, Purtomo.
Ia menjelaskan ada sebanyak 45 karyawan dari Panderman Hill yang belum digaji selama 4 bulan. Padahal dalam kasus ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim sudah mengeluarkan surat rekomendasi pengenaan sangsi administratif kepada PT SGS.
Menyikapi masalah ini, Kepala DPMPTSP Naker Pemkot Batu, Bambang Kuncoro surat rekomendasi dari Disnaker Provinsi Jatim tertulis tanggal 20 Desember 2019, namun fisik suratnya baru diterima DPMPTSP Naker tanggal 30 Desemeber 2019.
Menindaklanjuti surat tersebut, pihaknya tengah menghimpun dokumen terkait PT SGS sebelum melakukan tindakan. Hal ini perlu waktu karena keberadaan PT SGS ini sudah ada di Kota Batu sejak Batu masih tergabung dalam Kabupaten Malang.
“Bambang berharap tidak ada pihak yang dirugikan, baik pekerja maupun PT SGS. Dan jika ternyata PT SGS tidak melaksanakan kewajibanya membayar gaji karyawannya maka terpaksa kita mengambil tindakan tegas,”ujar Bambang.
Sementara keberadaan Kantor PT SGS di Kota Batu hanya perwakilan dari Kantor Pusat yang berada di Jakarta. Kantor PT SGS Kota Batu tidak memiliki kewenangan membuat kebijakan dan memberikan konfirmasi.(nas)

Tags: