Nataru, Pelabuhan di Probolinggo dan Hutan Kota Kraksaan Ditutup Sementara

Libur natal dan tahun baru pelabuhan Probolinggo tutup sementara.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Warga yang berencana menghabiskan liburan akhir tahun di Pelabuhan Probolinggo, harus mengurungkan niatnya. Sebab, dua pelabuhan di Kota Mangga, ini dipastikan akan ditutup menjelang pergantian tahun. Demiian dengan hutan kota kraksaan tutup.
Ditutupnya pelabuhan ini, baik Pelabuhan Tanjung Tembaga maupun Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, demi mengantisipasi penyebaran Covid-19. Serta, mengurangi adanya tindak asusila dan tindak kriminal di pelabuhan. Penutupan akan dilakukan mulai 31 Desember 2020 sampai 1 Januari 2021.

Kepala KSOP Kelas 4 Probolinggo Subuh Faturrohman, Kamis (24/12) mengatakan, penutupan pelabuhan dilakukan agar tidak ada pemuda yang melakukan perayaan tahun baru di pelabuhan. Yang malah akan menimbulkan kerumunan.

“Penutupan ini kami lakukan untuk mengantisipasi penularan Covid juga,” ujarnya.

Selain itu, penutupan pelabuhan juga sebagai upaya meminimalisir adanya pelanggaran hukum. Baik tindakan asusila maupun tindak kriminal.

“Tak jarang pelabuhan dijadikan tempat berpacaran. Bahkan, untuk menghindari aksi tindak kriminal, misalkan saling blayer yang dapat menimbulkan keributan dan lainnya,” jelas Subuh.

Hal senada diunkapkan Petugas Piket di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Yasin. Menurutnya, dengan ditutupnya pelabuhan, maka segala bentuk kegiatan apapun tidak diperkenankan. Termasuk memancing. Karenanya, pihaknya berharap kesadaran masyarakat sementara waktu pelabuhan belum bisa dikunjungi. “Biasanya banyak yang datang untuk memancing. Seperti pada tahun baru sebelumnya (2019). Namun, kali ini tidak diperkenankan,” ujarnya.

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), hutan kota di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo pun, akan ditutup. Alasannya, mencegah terjadinya lonjakan pengunjung dan kerumunan.

Secara terpisah Kasi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo Himyatul Amanah mengatakan, guna mencegah kerumunan pada masa pandemi Covid-19, pihaknya akan menutup sejumlah fasilitas umum, berupa Hutan Kota. Penutupan akan dilakukan mulai Jumat (25/12) hingga Jumat (1/1/2021).

“Pada Hari Raya Natal dan tahun baru kami tutup fasilitas umum berupa hutan kota. Itu sebagai upaya pencegahan persebaran Covid-19. Hal ini juga untuk mendukung apa yang telah diupayakan pemerintah pada persoalan Covid-19,” tuturnya.

Ia mengatakan, penutupan yang dilakukan pada hari-hari tertentu itu sebagai bentuk pencegahan terhadap melonjaknya pengunjung. Namun, ia memastikan fasilitas umum yang lain akan tetap dibiarkan terbuka.

“Untuk Hutan Kota, karena ada pagarnya, mudah untuk ditutup. Sedangkan, seperti Alun-alun Kraksaan, susah untuk ditutup,” lanjutnya.

Selama ini, pada hari-hari biasa hutan kota masih dibuka untuk umum. Namun, ada pembatasan jam kunjung dan jumlah pengunjungnya.

“Pada masa pandemi ini pengunjung hanya bisa sampai pukul 12.00. Jumlah pengunjungnya juga dibatasi, jadi 3-5 lima keluarga yang bisa datang ke sana. Untuk hari libur jelas kami tutup, sebab kan tidak ada yang jaga. Mengingat di sana banyak tanaman yang kami budi dayakan,” tegasnya

Pembatasan jumlah pengunjung di tempat wisata selama libur natal dan tahun baru (Nataru), juga dilakukan di Kabupaten Probolinggo. Selama liburan, tempat wisata hanya boleh menerima 30 persen pengunjung.

Jumlah itu dikurangi dari aturan yang sudah diterapkan selama ini. Sebelumnya kuota pengunjung wisata maksimal 40 persen. Namun, selama liburan dikurangi menjadi 30 persen.

”Kebijakan pengurangan kuota pengunjung wisata menjadi 30 persen itu mulai berlaku besok (hari ini, 24/12, red),” terang Bupati Tantriana Sari Kamis (24/12).

Aturan itu sendiri sudah dituangkan dalam surat edaran (SE) Bupati tentang pelaksanaan libur Nataru 2020-2021. Ada sejumlah kebijakan yang diatur dalam SE itu. Salah satunya tentang kebijakan jumlah pengunjung di tempat wisata.

Tujuannya menurut Bupati tidak lain untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 makin parah di Kabupaten Probolinggo. Kebijakan itu dikatakannya, juga sudah disepakati Forkopimda Kabupaten Probolinggo.
Selain itu, pengelola tempat wisata diimbau untuk memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes). Mulai dari menggunakan masker dan mencegah terjadinya kerumunan.

”Pengunjung tidak harus membawa surat keterangan hasil rapid test atau swab antigen. Tetapi, yang kami tekankan soal penerapan protokol kesehatannya. Jadi petugas dan pengunjung wajib terapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Lalu sesuai SE sebelumnya dikatakan Tantri, tidak boleh ada hiburan atau acara di tempat wisata. Itu juga berlaku untuk semua masyarakat. Baik itu adakan acara secara pribadi atau kelompok. ”Kami sudah tegaskan untuk dilarang adakan acara hiburan atau pesta lainnya,” tambahnya.(Wap)

Tags: