Ngaku Jadi Polisi, Begal Motor Pasuruan Ditembak

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Dony Alexander menunjukkan tersangka DPO bermodus aparat kepolisian di Mapolres Pasuruan Kota, Rabu (11/12).

Pasuruan, Bhirawa
Jajaran Polres Pasuruan Kota terus memberantas kejahatan di wilayah hukumnya. Itu dibuktikan dengan DPO begal motor bermodus mengaku sebagai aparat kepolisian saat beraksi ditangkap oleh Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota.
DPO itu adalah Nur Kholis (31) warga Jalan KH Ahmad Dahlan, Purworejo, Kota Pasuruan.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Dony Alexander menyampaikan Nur Kholis merupakan kawanan begal yang bermodus sebagai polisi untuk merampas motor. Ia kerap mengeluarkan pistol saat beraksi.
“Tersangka ini menyamar seperti aparat, menyetop korban dengan mengeluarkan pistol dari balik baju. Korban berpikir tersangka merupakan anggota polisi,” ujar AKBP Dony Alexander saat konferensi pers di Mapolres Pasuruan Kota, Rabu (11/12).
Bahkan, lanjutnya, tersangka menuduh bahwa motor yang dipakai korban bermasalah sehingga ketakutan. Pada saat korban ketakutan, tersangka membawa kabur motornya.
“Berdasarkan pengakuan korban, mereka takut. Karena dikiranya tersangka ini aparat kepolisian,” tandas Dony Alexander.
Penangkapan tersebut adalah hasil pengembangan dari penangkapan tersangka pertama yang sudah diamankan. Ia adalah DPO yang diburu selama tiga bulan dan akhirnya ditangkap di wilayah Kabupaten Nganjuk. Petugas terpaksa menembak kaki Kholis karena mencoba kabur saat hendak diringkus.
“Kami terus melakukan pengembangan, karena tersangka pertama, yang ditangkap sebelumnya mengaku sudah beraksi di tiga TKP. Mereka beraksi bersama,” tegas Dony Alexander.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ia terancam hukuman penjara maksimal sembilan tahun. [hil]

Tags: