Ngatmuin Mengubah Limbah jadi Berkah

Ngatmuin warga Desa Lembor, Brondong, Lamongan mampu mendaur ulang limbah plastik jadi miniatur moge. [alimun hakim]

Bermula dari Kegelisahan, Ubah Limbah Plastik dan Besi jadi Miniatur Moge
Lamongan, Bhirawa
Barang bekas yang dianggap tak bernilai oleh sebagian orang bisa disulap menjadi barang bernilai tinggi oleh orang-orang kreatif. Alhasil, dari barang tak berguna akhirnya menjadi produk yang berharga tinggi. Contohnya seperti yang dilakukan Ngatmuin, warga Desa Lembor, Brondong, Kabupaten Lamongan.
Pada suatu hari, Ngatmuin merasa sangat resah saat melihat barang-barang bekas seperti plastik berserakan di lingkungan rumahnya. Plastik-plastik itu dibuang begitu saya oleh para tetangganya. Padahal seharusnya limbah itu bisa dimanfaatkan.
Mengobati kegelisahannya itu, Ngatmuin lantas memutar ide kratifnya. Ia bertekad menjadikan limbah plastik yang ada di lingkungannya diubah menjadi miniatur motor gede (moge) yang biasanya dijadikan barang antik.
“Dengan keresahan saya akan limbah plastic, saya semakin bersemangat untuk selalu berkarya demi mengurangi sampah plastic. Karena sampah plastik sudah menjadi masalah nasional, tidak hanya di lingkungan saya saja,” ungkap Ngatmuin, saat ditemui Bhirawa, Kamis (9/1).
Saat ini, Ngatmuin telah menggeluti kerajinan dari bahan-bahan bekas tak terasa sudah setahun lebih. Dia menceritakan jika proses membuat miniature moge dari bahan bekas plastik tak membutuhkan waktu yang lama.
Pria yang dikarunia dua orang anak itu, hanya membutuhkan waktu tiga hari saja. “Untuk model miniaturnya kita hanya membuat satu model motor saja yakni jenis Harley Davidson, karena proses pengerjaan lebih gampang. Sedangkan miniatur motor RX King atau sebagai terlalu sulit, pengerjaannya,” terangnya.
Sentuhan tangan kreatif Ngatmuin yang diketahui juga merupakan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ini mendapatkan apresiasi dari lembaga pendidikan. Bahkan, ia mengaku sering dapat undangan dari sekolahan-sekolahan untuk menularkan ilmu kreatifitasnya dalam mengolah limbah plastik.
“Alhamdulillah saya sering diundang ke sekolah-sekolah untuk memberi materi dan praktek membikin kreatifitas itu,” ujar Ngatmuin.
Tak hanya membuat miniatur dari bahan dasar plastic, ia juga mampu membuat miniatur itu dengan bahan dasar besi. Lalu saat ini ia mengembangkan modifikasinya ke pigura dinding dengan tetap mempertajamkan khas mogenya. “Kalau yang dari bahan plastik memang belum ada pemesanan. Hanya di undang ke sekolah-sekolah untuk praktek. Yang dari bahan dasar besi pemesananya hingga luar kota,” jelasnya.
Lebih jauh ia memaparkan, untuk miniatur motor dari bahan dasar besi jenis Harley Davidson dengan ukuran besar ia jual dengan harga Rp300 ribu. Sedangkan untuk yang kecil ia jual Rp200 ribu. Para pembeli tak hanya berasal dari Lamongan saja. Namun miniatur buatan Ngatmuin juga telah dipesan oleh para pembeli dari luar Lamongan, seperti Tuban, Gresik, Bojonegoro dan Surabaya.
“Saya bersyukur, akhirnya limbah yang tidak bermanfaat bisa menghasilkan uang jika kita mau kratif. Ilmu kreatif ini terus saya tularkan di sekolah-sekolah. Semoga anak-anak bisa kreatif dan membuat barang limbah bisa lebih bermanfaat dan menghasilkan uang,” tandasnya. [alimun hakim]

Rate this article!
Tags: