Nilai Akhir SDN Larangan Dekati Angka Sempurna

ujian-kokSidoarjo, Bhirawa
Lulusan siswa SDN Larangan, Kec Candi, mendominasi peringkat sementara PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di SMPN favorit di Kab Sidoarjo dengan NA (Nilai Akhir) siswa SDN Larangan rata-rata 29,51 atau mendekat angka sempurna 30,00
Hingga hari kedua pengumuman PPDB di online, siswa SDN Larangan, Kec Candi, menempati posisi teratas di SMPN I, II, III Candi dan SMPN 2 dan 6 kota Sidoarjo. Paling mencolok terpantau pada data PPDB sementara yang bisa dibuka di online ppdbsidoarjo.net. Para siswa SDN Larangan berada di barisan teratas dengan  posisi peringkat 1 hingga 70 dengan nilai tertinggi 29,54 dan nilai terbawahnya 29,17. Sedangkan sisanya yang berada di peringkat bawah diisi merata oleh berbagai sekolah di Kec Candi dan sekitarnya. Tahun 2014 ini, SMPN Candi I menerima 280 siswa baru.
Serbuan siswa SDN Larangan di SMPN Candi II, tak begitu banyak sekitar 10 siswa. Tetapi semuanya menempati posisi teratas di peringkat sementara SMPN Candi II dengan nilai tertinggi 29,54 dan nilai terendah SDN Larangan 29,41. Dengan angka sedahsyat itu, siswa SDN larangan bukan hanya mampu bersaing di SMP di Kec Candi saja, tetapi juga menerobos dominasi SMPN 2 dan 6 Kota Sidoarjo. Bahkan siswa SDN Pucang yang selama ini dianggap paling brilian, masih jauh di bawah nilai rata-rata siswa SDN Larangan.
Wahid, warga Tanggulangin, merasa ketir-ketir dengan nasib anaknya yang berasaldari MI Darussalam. NA anaknya hanya 28,30.sebenarnya angka ini terhitung masih di atas nilai rata-rata lulusan MI Darussalam. Namun melihat pesaingnya dari siswa SDN Larangan, membuat peluangnya menipis. ”Saya masih berhitung, mampukah anak saya bersaing di SMP Candi I. Kalau persaingannya berat, akan lari ke SMP Candi III,” terangnya tak mau ambil risiko. Dengan dua pilihan sekolah, memudahkan, siswa untuk mencari sekolah yang memberi peluang diterima.
Sementara Ny Endang, walimurid SDN Pucang, juga ikut merasa was-was. PNS Pemkab Sidoarjo, matanya tak pernah lepas dari computer yang merilis nama-nama siswa yang masuk di online. Ia belum menyerahkan NA anaknya, karena melihat perkembangan NA di SMPN 2 dan 6 kota. ”Saya miris melihat perkembangannya,” tandasnya.
Dengan NA anaknya hanya NA 28, 65, membuatnya tak tenang untuk memilih sekolah.. kompetisinya sangat berat, kalau sekolah tak netral dengan memberikan NA rata-rata tinggi pada siswanya akan menutup peluang siswa sekolah lain.
Ny Endang menduga, nilai yang bisa dimainkan adalah nilai sekolah yakni antara nilai raport dan nilai ujian. Ini mudah dimainkan pihak sekolah. Bagi sekolah yang tak fair, pasti akan menonjolkan NA siswanya semaksimal mungkin tanpa memperhitungkan efek terhadap siswa sekolah lain. Ia menyebut nilai sekolah yang terdiri dari 11 mata pelajaran yang mudah dimainkan. Karena yang menetukan pihak sekolah. Padahal nilai sekolah ini persentasenya diambil 70% dari NA, sedangkan 30% diambilkan nilai ujian utama yang terdiri dari tiga mata pelajaran, Bahasa Indonesia, Matematika dan ilmu pengetahuan alam. [hds]

Tags: