Nobar Film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ di Jombang

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dan Forkopimda Jombang serta sejumlah elemen masyarakat saat berfoto bersama beberapa pemeran Film Jejak Langkah 2 Ulama usai Nobar. [Arif Yulianto]

Sarat Akan Nilai Perjuangan, Bupati Sempat Terharu dan Teteskan Air Mata
Kab Jombang, Bhirawa
Film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ dengan Executive Producer Pengasuh Ponpes Tebu Ireng Jombang Almarhum KH Salahuddin Wahid tidak diputar di gedung bioskop. Film yang bercerita tentang pendiri NU dan Muhammadiyah itu menghindari jalur komersial. Film ini diputar dari satu tempat ke tempat lainnya dan dari satu pesantren ke pesantren lainnya.
Setelah diputar di beberapa daerah, pemutaran film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ kali ini giliran di Kabupaten Jombang. Salah satu tokoh yang turut serta nonton bareng (nobar) adalah Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Bupati Jombang tidak sendirian, tapi besama Pimpinan Forum Koodinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang. Nobar film ini dilakukan di Ruang Pertemuan Bung Tomo, Kompleks Perkantoran Pemkab Jombang, Rabu (11/09).
Selain itu, sejumlah undangan dari Organisasi Keagamaan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) beserta Organisasi Otonom maupun Badan Otonom masing-masing Organisasi Keagamaan tersebut juga tampak mengikuti Nobar.
Film yang mengisahkan dua tokoh pendiri Organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni, KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah dan KH Hasyim As’yari (Mbah Hasyim), pendiri NU itu mampu menghipnotis ratusan undangan Nobar sepanjang film tersebut di putar. Tak terkecuali Bupati Mundjidah Wahab. Orang nomor satu di jajaran Pemkab Jombang bahkan mengaku sempat meneteskan air mata karena isi film tersebut.
Rupanya, kegigihan, kesabaran, dan perjuangan kedua tokoh Islam untuk menegakkan Islam dan menggelorakan semangat kebangsaan ini mampu membuat terharu Bupati Mundjidah Wahab yang notabene merupakan putri salah satu pendiri NU yakni, KH Wahab Hasbullah (Mbah Wahab).
“Saya sempat meneteskan air mata, begitu kedua tokoh yang sangat luar biasa,” ucap Bupati Jombang dengan nadah lirih saat diwawancarai usai nobar, seakan masih terbawa keharuan melihat perjuangan kedua tokoh bangsa tersebut.
Salah satu adegan yang menurut Bupati sangat menyentuh dan membuat dirinya sangat terharu yakni ketika ada adegan penawaran dari Pemerintah Hindia Belanda untuk memberikan penghargaan kepada KH Hasyim Asy’ari, namun oleh Mbah Hasyim, penghargaan tersebut ditolak.
Pada dialektika adegan itu sebelum tokoh Belanda mendatangi KH Hasyim Asy’ari, memang, Belanda merencanakan untuk memberikan penghargaan kepada Mbah Hasyim agar ketika Mbah Hasyim menerimanya, akan lebih mudah bagi Belanda untuk membujuk Mbah Hasyim untuk melakukan kerjasama dengan Pemerintah Hindia Belanda. Namun pemberian penghargaan itu langsung ditolak oleh Mbah Hasyim.
“Itu yang harus kita pegang. Kita harus mencontoh beliau. Tadi KH Ahmad Dahlan juga begitu, pada masa saat-saat terakhir, beliau memberikan wasiat, yakni bagaimana mengembangkan Islam di Indonesia dengan melawan penjajah Belanda,” tutur Bupati Jombang.
Bupati Jombang menuturkan, film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ merupakan sebuah film yang sarat akan nilai perjuangan yang luar biasa dan mengandung nilai edukasi bagi seluruh masyarakat. “Begitu dasyat para tokoh-tokoh ini memperjungkan Islam di Nusantara ini, sehingga kita sebagai generasi penerus, supaya lebih semangat untuk bagaimana semangat beliau tetap kita langsungkan sampai kapanpun,” papar Bupati Mundjidah Wahab.
Film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ ini juga dikisahkan, dua orang ulama besar Indonesia, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari yang ternyata, kedua ulama ini pernah berguru pada satu guru yang sama yakni, Kyai Haji Shaleh Darat, Semarang. Saat berguru pada KH Shaleh Darat, Muhammad Darwis (Nama KH Ahmad Dahlan semasa muda) masih berusia sekitar 16 tahun dan Hasyim Asy’ari (Nama KH Hasyim Asy’ari semasa muda) berusia sekitar 14 tahun.
Pada film ini kedua tokoh juga diceritakan memiliki semangat kebangsaan yang luar biasa dan memberikan kontribusi bagi Bangsa Indonesia dalam usaha mengusir penjajah Belanda dari Nusantara.
Bupati menyampaikan, pesan moral yang bisa diambil oleh masyarakat Kabupaten Jombang lewat film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ ini yakni, dua kekuatan besar Islam yang ada di Kabupaten Jombang yakni Muhammadiyah dan NU diharapkan bisa bekerjasama antara satu dengan lainnya maupun dengan kelompok lain di Kabupaten Jombang. “Di Jombang ini sudah kita bangun (komunikasi) antar agama maupun sesama agama,” pungkasnya. [Arif Yulianto]

Tags: