Normalisasi Air Bersih Terus Dilakukan

Mobil tangki milik PDAM Kabupaten Malang saat mengisi air bersih di tandon air, di wilayah Desa Pndansari, Kec Ngantang, Kabupaten Malang. [cyn/bhirawa]

Mobil tangki milik PDAM Kabupaten Malang saat mengisi air bersih di tandon air, di wilayah Desa Pndansari, Kec Ngantang, Kabupaten Malang. [cyn/bhirawa]

(Akibat Kerusakkan Infratruktur Pasca Letusan Gunung Kelud)
Kab Malang, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang hingga kini  terus melakukan normalisasi air bersih dengan membangun pipanisasi di wilayah Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, kabupaten setempat, pasca letusan Gunung Kelud.
Kepala BPBD Kabupaten Malang Hafi Lutfi, Selasa, (15/4), kepada Bhirawa mengatakan, saat ini di wilayah Desa Pandansari pasca letusan Gunung Kelud masih dilakukan pemasangan pipanisasi untuk kebutuhan air bersih pada warga Desa Pandansari.
Sebab desa tersebut, daerah yang paling parah tingkat kerusakannya akibat letusan Gunung Kelud, pada dua bulan lalu. “Tidak hanya merusakkan rumah warga dan infrastruktur jalan saja, namun letusan Gunung Kelud itu juga menghancurkan pipa air bersih,” terangnya.
Menurutnya, kerusakan rumah warga sudah kita perbaiki, sehingga warga sudah kembali ke rumah, dan sudah melakukan aktifitasnya dalam mengelola pertanian. Sementara ini, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah mengalami kesulitan dalam memasang pipa air bersih tersebut.
Hal itu dikarenakan, lokasi untuk pemasangan pipa berkelak kelok, sehingga menyulitkan dalam menempatkan pipa. Secara otomatis juga menyebabkan tertundanya penyelesaian pembangunan pipanisasi di desa setempat.
Selain, Pemkab Malang membangun pipanisasi untuk air bersih, kata dia, Pemkab juga telah melakukan normalisasi pakan ternak. Sebab, setelah terjadi letusan Gunung Kelud, di Desa Pandansari belum ditumbuhi rumput.
Dengan belum ditumbuhi rumput, maka Pemkab Malang memberikan bantuan pakan ternak sapi kepada peternak, dengan total bantuan yakni sebesar Rp350 juta. “Saat ini harga pakan ternak sapi per kilogram mencapai Rp2.100, dan tiap peternak mendapatkan bantuan pakan sapi sebanyak 10 kilogram per hari,” jelas Hafi.
Dikatakan, selama ini warga Desa Pandansari dalam memperoleh air bersih, setiap hari dipasok air bersih melalui mobil tangki, sedangkan air tersebut dimasukkan kedalam tendon air, yang sudah disiapkan di masing-masing tempat. Sehingga warga bisa tetap memperoleh air bersih. Karena truk tangki milik PDAM dan PMI Kabupaten Malang terus menerus memasok air bersih.
Sementara itu, Kepala Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang Sintin membenarkan, jika Pemkab Malang hingga kini masih melakukan pembangunan pipanisasi untuk air bersih. Sebab, pipa air bersih yang sebelumnya dibangun warga, hancur akibat terjadi letusan Gunung Kelud pada beberapa bulan lalu. “Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih, maka warga desa menggantungkan kiriman air bersih yang dipasok oleh PDAM dan PMI,” ujarnya. [cyn]