November 2023, NTN Jatim Alami Penurunan 1,82 Persen

Tangkapan ikan tuna yang dihasilkan nelayan Pantai Sendangbiru, saat ditimbang untuk dijual di TPI Pondok Dadap, Desa Tambakrejo, Kec Sumbermanjing Wetan, Kab Malang.

Pemprov, Bhirawa
Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan November 2023 turun 1,82 persen dari 99,92 di bulan Oktober 2023 menjadi 98,11 di bulan November 2023. NTN adalah perbandingan indeks harga yang diterima nelayan (It) terhadap indeks harga yang dibayar nelayan (Ib).

NTN merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli nelayan. NTN juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk perikanan tangkap dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Zukipli mengatakan, indeks harga yang diterima nelayan pada bulan November 2023 dibanding bulan Oktober 2023 turun 1,51 persen dari 117,40 di bulan Oktober 2023 menjadi 115,63 di bulan November 2023.

Perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan November 2023 terhadap Desember 2022 (tahun kalender) turun sebesar 1,82 persen. Adapun perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan November 2023 terhadap November 2022 (year on year) juga turun sebesar 0,71 persen.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan tenggiri, ikan benggol, ikan putih, ikan belanak (bulana), kepiting air tawar, ikan nila, udang umum, kepiting laut, ikan gulamah (gelamo/tigawaja), dan ikan gabus (haruan).

Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan layang (malalugis/momar), cumi-cumi, ikan cakalang, ikan kembung (kombong/sumbo), lobster (udang karang/barong), ikan tongkol, ikan layur (beladang), ikan selar (oci/tude), ikan kurisi (kerisi), dan ikan kakap.

Ia juga memaparkan, indeks harga yang dibayar nelayan pada bulan November 2023 dibanding bulan Oktober 2023 naik sebesar 0,31 persen, dari 117,48 menjadi 117,85. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,72 persen dan Indeks BPPBM sebesar 0,04 persen.

Indeks harga yang dibayar nelayan bulan November 2023 terhadap Desember 2022 (tahun kalender) naik sebesar 2,58 persen. Adapun perkembangan indeks harga yang dibayar nelayan bulan November 2023 terhadap November 2022 (year on year) mengalami kenaikan sebesar 3,01 persen.

Indeks Konsumsi Rumah Tangga bulan November 2023 dibandingkan bulan Oktober 2023 naik sebesar 0,72 persen, dari 120,79 menjadi 121,67.

Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya indeks pada sub kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,08 persen; pakaian dan alas kaki 0,12 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,06 persen; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,24 persen; kesehatan 0,04 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,01 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 0,04 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,62 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,67 persen. “Sub kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan, sedangkan sub kelompok transportasi turun 0,12 persen, ” katanya.

Indeks harga BPPBM bulan November 2023 dibanding bulan Oktober 2023 naik 0,04 persen, yaitu dari 115,35 di bulan Oktober 2023 menjadi 115,39 di bulan November 2023. Hal ini disebabkan karena terjadi kenaikan pada sub kelompok sewa dan pengeluaran lainnya sebesar 0,11 persen serta sub kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,04 persen. Sedangkan sub kelompok barang modal dan upah buruh tidak mengalami perubahan indeks atau tetap.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah cabai rawit, cabai merah, bawang merah, beras, gula pasir, telur ayam ras, rokok kretek filter, kue kering berminyak, garam, dan emas perhiasan.

Adapun komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah daging ayam ras, ikan layang, bawang putih, ketimun, bensin, ikan tongkol, minyak goreng, anggur, ikan teri, dan kelengkeng. [rac.iib]

Tags: