Novita Hardini Perjuangkan Batik Canting Jadi Produk UMKM Unggulan Trenggalek

Ketua Dekranasda Trenggalek, Novita hardini saat mengenalkan langsung kain Batik Canting kepada sejumlah pedagang besar di Pasar Tanah abang , Jakarta.

Trenggalek,Bhirawa
Kerajinan batik Canting dari kabupaten Trenggalek terus didorong untuk menjadi salah satu produk UMKM Ungggulan Trenggalek. Ketua Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek Jawa Timur , Novita Hardini melakukan berbagai terobosan untuk mengangkat Kain batik Canting khas Trenggalek ini menjadi produk ungggulan yang berkualitas dan diterima di pasar luas.

Dikatakan Novita , selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, , Rabu ( 18/5) menyatakan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) menggerakkan seluruh insan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk sesegara mungkin bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru Indonesia.

Hingga lanjutnya saat ini waktu yang baik bagi para pelaku UMKM tanah air, untuk bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru dengan meningkatkan kapasitas UMKM.

Terkait dengan pengembangan produk UMKM di Trengggalek khususnya Batik Canting, Novita menyebut telah menyelenggarakan berbagai pelatihan seperti digtalisasi, bisnis coaching, kemampuan membangun relasi bisnis, dan tidak hanya showcasing produk-produk UMKM, namun juga mendukung UMKM melalui Business Matching bersama buyer maupun Venture Capital.

Bahkan beberapa waktu sebelumnya, dengan ditemani Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Novita hardini yang juga istri Bupati Trenggalek tersebut membawa beberapa pelaku UMKM dan pengrajin batik tulis khas Trenggalek, lakukan blusukan ke Pasar Tanah Abang menemui para pemain besar tekstil.

“Tantangan besar bagaimana melukiskan kebijakan menjadi langkah yang tepat, cermat, cepat serta terukur, untuk mengakselerasi potensi kain batik tulis canting, sebagai salah satu produk UMKM unggulan Trenggalek”,tutur Novita.

Istri Bupati Trenggalek ini membenarkan ujaran Ibu Negara Iriana Joko Widodo, bahwasanya membangun relasi bisnis dan showcasing produk-produk UMKM harus aktif dan aktraktif dengan inovasi, terobosan dan langkah _extra ordinary_ untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM di daerah.

“Dengan padatnya masyarakat yang belanja di lokasi Pasar Tanah Abang, tidak terasa sedikitpun rasa penat apalagi lelah, karena sedari awal saya telah mewakafkan diri ini bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Trenggalek Jawa Timur,” ungkap Novita.

Dari giat pengenalan di Pasar tanah Abang tersebut, Novita mengaku tidak sedikit toko dan ritel raksasa tekstil di setiap lantai hingga basement Blok A Pasar Tanah Abang, bisa kami sambangi dan “prospek” untuk memasukkan kain batik tulis khas Trenggalek.

“Syukur Alhamdulillah, antusiasme para penjual tekstil di Blok A Pasar Tanah Abang cukup banyak, dimana mereka mengutarakan langsung ketertarikannya menjual kain batik tulis canting khas Trenggalek di gerai-gerai penjualan tekstil miliknya,” terangnya.

Menurut Novita, sejauh ini pihaknya telah menggunakan semua _tools_ promosi dengan memanfaatkan tekhnologi digitalisasi dan komunikasi terkini kekinian. Namun, cara-cara lama konvensional _dor to dor_ seperti blusukan, penting dilakukan agar bos-bos tekstil tidak merasa beli kucing dalam karung dengan melihat dan mengecek langsung keindahan dan kwalitas kain batik tulis canting khas Trenggalek.

Dalam kesempatan tersebut, saya juga mengundang para penjual tekstil untuk melihat langsung kain batik tulis canting khas Trenggalek, yang menjadi bahan utama para disainer pakaian dalam Merayu Trenggalek Fashion Show, Jumat 20 Mei hingga Sabtu 21 Mei 2022 di Musium Tekstil Jakarta.

“Sebagai penggiat UMKM, kami menilai kebangkitan sektor UMKM terbukti sangat berdampak dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia di situasi apapun, termasuk dimasa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebut, jumlah sektor bisnis UMKM di Indonesia pada 2021 mencapai 64,19 juta dengan partisipasi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,97 persen atau senilai Rp 8,6 triliun dan mampu menyerap 97 persen tenaga kerja dan mengintegrasikan investasi sebesar 60,4 persen.

Untuk Kabupaten Trenggalek sendiri, realisasi investasi tahun 2021 sebesar 292 Milyar melebihi target 250 Milyar, sedangkan Tahun 2022 semester I, sudah mencapai 197 Milyar dari target sebesar 300 Milyar.

Data tersebut masuk kategori data mikro, sedangkan berdasarkan data makro Tahun 2021, investasi berhasil menyumbang 20% terhadap PDRB Kabupaten Trenggalek.

“Jika langkah saya ini di anggap gagasan atau ide yang tidak biasa, namun sebenarnya yang kami lakukan untuk membangkitkan UMKM Trenggalek, juga terinspirasi oleh pemikiran serta gagasan besar Presiden RI ke-5, Megawati Soekarno Puteri, khususnya dalam meningkatkan “kelas” UMKM tanah air di mata dunia,’ terang Novita.

Kami, khususnya saya pribadi memiliki pandangan yang sama dengan Ibu Megawati, perihal masih rapuh dan tradisionalnya cara pelaku UMKM di daerah dalam memasarkan hingga menjalin bisnis dengan _vendor_ kelas dunia seperti antara Dior dengan pelaku UMKM kain endek khas Bali yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

Sekali lagi saya katakan bahwasanya gagasan dan pemikiran Ibu Megawati dalam melindungi UMKM tanah air, menjadi salah satu inspirasi dan semangat bagi saya. Memang benar UMKM harus dituntun, dibantu sejak hulu hingga hilir perjalanan mereka sampai benar-benar taft dan mapan, agar bukan sekedar naik kelas dari segi nama, namun juga sisi ekonomi yang juga harus mendapatkan nilai yang wajar.

UMKM Trenggalek untuk tumbuh, berkembang pesat sebagai salah satu pilar ekonomi bangsa dan negara,” tutup Novita.(wek.adv)

Tags: