NTP Jatim Naik 0,12 persen

8-tembakauIndikasi Kesejahteraan Petani Membaik
Pemprov, Bhirawa
Nilai Tukar Petani (NTP) Jatim Bulan April 2014 naik 0,12 persen dari 104,07 menjadi 104,19. Kenaikan NTP ini disebabkan penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) lebih besar dibandingkan dengan penurunan indeks harga yang diterima petani (It).
“Hal ini mengindikasikan adanya kesejahteraan yang dialami petani mulai membaik,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, Sairi Hasbullah melalui Kabid Statistik Distribusi, Sapuan, Rabu (7/5).
Ia menjelaskan, April 2014, ada empat sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP sedangkan sisanya mengalami penurunan. Kenaikan NTP terbesar terjadi pada Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,64 persen dari 102,02 menjadi 103,70.
Selanjutnya diikuti Sub Sektor Hortikultura 0,92 persen dari 103,01 menjadi 103,96, Sub Sektor Peternakan 0,57 persen dari 110,18 menjadi 110,81, dan Sub Sektor Perikanan 0,46 persen dari 106,11 menjadi 106,60.  Sementara Sub Sektor Tanaman Pangan mengalami penurunan NTP sebesar 1,47 persen dari 100,08 menjadi 98,61.
Indeks harga yang diterima petani turun 0,02 persen dari 115,17 pada Bulan Maret menjadi 115,15 pada Bulan April 2014. Penurunan indeks ini disebabkan oleh turunnya indeks yang diterima petani pada Sub Sektor Tanaman Pangan sedangkan empat sub sektor pertanian lainnya mengalami kenaikan.
Sub Sektor Tanaman Pangan mengalami penurunan sebesar 1,56 persen. Sedangkan Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami kenaikan sebesar 1,48 persen, Sub Sektor Hortikultura 0,80 persen, Sub Sektor Perikanan 0,61 persen dan Sub Sektor Peternakan 0,35 persen.
Sepuluh komoditas utama yang menyebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani Bulan April 2014 adalah kayu nilam, jeruk, tomat, ikan layang, sapi potong, tembakau, ikan bandeng, ikan kakap, ikan tongkol, dan kakao.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan indeks harga yang diterima petani adalah gabah, cabai rawit, ikan swanggi, bawang merah, ikan lemuru, cabai merah, ikan bawal, wortel, Ikan kerapu dan kol/kubis.
Indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan 0,14 persen dari 110,67 pada Bulan Maret menjadi 110,51 pada Bulan April 2014. Penurunan indeks ini disebabkan indeks harga konsumsi rumah tangga (inflasi pedesaan) mengalami penurunan sebesar 0,24 persen sedangkan indeks biaya produksi dan pembentukan barang modal naik sebesar 0,11 persen.
Sepuluh komoditas utama yang menyebabkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani Bulan April 2014 adalah tomat sayur, solar, pelet, benih bandeng/nener, ikan pindang tongkol, benih nila, rokok kretek, es batu, ikan cakalang dan upah membersihkan kapal.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan indeks harga yang dibayar petani adalah beras, cabai rawit, bawang putih, umpan, bawang merah, broiler finisher, bibit ayam ras pedaging, cabai merah, terung dan bekatul.
Dari lima provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada Bulan April 2014, tiga provinsi mengalami penurunan NTP dan dua provinsi lainnya mengalami kenaikan. Penurunan NTP  terbesar terjadi di Provinsi Jawa Barat sebesar 0,81 persen diikuti Provinsi Jawa Tengah 0,30 persen dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,01 persen. Sementara Provinsi Jatim mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen dan Provinsi Banten 0,03 persen.  [rac]

Nilai Tukar Petani (NTP) Jatim Bulan April 2014
No.  Sub Sektor                                            NTP
1.  Tanaman Perkebunan Rakyat       1,64 persen dari 102,02 menjadi 103,70
2.  Hortikultura                                          0,92 persen dari 103,01 menjadi 103,96
3.  Peternakan                                            0,57 persen dari 110,18 menjadi 110,81
4.   Perikanan                                             0,46 persen dari 106,11 menjadi 106,60
5.  Tanaman Pangan                              1,47 persen dari 100,08 menjadi 98,61.

Rate this article!
Tags: