NTP Jatim Naik

Surabaya,Bhirawa
Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan Februari 2021 naik 1,89 persen, dari 96,60 dibulan Januari 2021 menjadi 98,42 di bulan Februari 2021. Kenaikan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan naik sebesar 2,01 persen, lebih tinggi dari indeks harga yang dibayar nelayan yang naik sebesar 0,12 persen.

Perkembangan NTN bulan Februari 2021 terhadap bulan Desember 2020 (tahun kalender) naik sebesar 2,25 persen. Adapun perkembangan NTN bulan Februari 2021 terhadap bulan Februari 2020 (year-on-year) naik sebesar 1,32 persen.

Indeks harga yang diterima nelayan pada bulan Februari 2021 dibanding bulan Januari 2021 naik 2,01 persen, yaitu dari 104,08 di bulan Januari 2021 menjadi 106,17 di bulan Februari 2021.

Perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan Februari 2021 terhadap Desember 2020 (tahun kalender) naik sebesar 2,61 persen. Adapun indeks harga yang diterima nelayan bulan Februari 2021 terhadap bulan Februari 2020 (year-on-year) naik sebesar 2,81 persen.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah cumi – cumi, ikan layang, ikan kakap, rajungan, ikan teri, ikan tongkol, ikan layur, udang laut, ikan cakalang, dan kepiting laut. Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan putih, gurita, ikan kurisi,

ikan selar, ikan belanak, ikan manyung, ikan pari, ikan baronang, dan ikan bawal Indeks harga yang dibayar nelayan pada bulan Februari 2021 dibanding bulan Januari 2021 naik sebesar 0,12 persen, dari 107,74 menjadi 107,87.

Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,24 persen, dan Indeks harga Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,04 persen. Indeks harga yang dibayar nelayan bulan Februari 2021 terhadap Desember 2020 (tahun kalender) mengalami kenaikan sebesar 0,35 persen. Adapun Indeks harga yang dibayar nelayan bulan Februari 2021 terhadap Februari 2020 (year-on-year) naik sebesar 1,47 persen.

Indeks harga Biaya Konsumsi Rumah Tangga bulan Februari 2021 dibanding bulan Januari 2021 naik sebesar 0,24 persen, dari 107,70 menjadi 107,96. Hal ini disebabkan karena terjadinya kenaikan pada hampir seluruh sub kelompok. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik sebesar 0,31 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,25 persen, kelompok transportasi naik sebesar 0,21 persen, kelompok kesehatan naik 0,16 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,15 persen, kelompok perumahan, lair, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,13 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 0,03 persen, dan terakhir adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen.

Indeks harga BPPBM bulan Februari 2021 dibanding bulan Januari 2021 naik sebesar 0,04 persen dari 107,77 menjadi 107,82. Kenaikan ini disebabkan karena kenaikan di semua sub kelompok. Kelompok upah buruh naik 0,18 persen, kelompok transportasi dan komunikasi naik 0,06 persen, dan kelompok sewa dan pengeluaran lainnya naik sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok barang modal tetap stabil dengan indeks sebesar 108,50.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah cabai rawit, upah angkut ke TPI, ikan layang, beras, cabai merah, ikan tongkol, rokok kretek filter, bawang putih, terung, dan oli/pelumas. Sedangkan sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah ketimun, tomat sayur, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, gula pasir, jeruk, kelapa tua, sawi hijau, dan ikan mujair. [rac]

Rate this article!
NTP Jatim Naik,5 / 5 ( 1votes )
Tags: