ODP, PDP dan Positif Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri

Tampak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi milik Pemerintah Kabupaten Blitar kini sebagai Rumah Sakit rujukan pasien COVID-19.

Ruang Isolasi Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Penuh
RSUD Ngudi Waluyo Siapkan 25 Kamar dan Tim Medis Khusus
Surabaya, Bhirawa
Sebaran infeksi corona virus atau Covid 19 semakin masif. Meningkatnya jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 tersebut mengakibatkan rumah sakit mulai kehabisan ruang isolasi. Termasuk Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) dibawah naungan Rumah sakit Universitas Airlangga (RSUA).
Tim Satgas Corona RS Unair Surabaya, dr Alfian Nur Rosyid SpP menjelaskan satu lantai ruang perawatan di RSKI yang dikhususkan untuk penanganan Covid-19 tidak bisa lagi menampung Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan juga pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
“Ada 8 bed untuk Orang Dalam Pantauan (ODP), ini ruang gabung cuma ada dua pasien. Jadi tidak bisa untuk PDP atau pasien positif. Sementara ruang isolasi khusus satu ruang satu bed cuma ada tiga dan itu penuh,” ujarnya, Senin (30/3).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan ketiga pasien tersebut satu diantaranya positif, sementara dua pasien lain masih menunggu hasil swab. Sehingga belum bisa dipastikan kapan bisa meninggalkan ruangan. Di sisi lain, pasien terus berdatangan di poli khusus. Jumlahnya juga mencapai 100 pasien per harinya.
“Kalau ketemu PDP dengan keluhan, kami terpaksa merujuk ke rumah sakit lain. Kan ada 13 rumah sakit lain yang jadi rujukan Covid-19 di Surabaya. Ini kami hubungi satu-satu, “ujarnya.
Sementara ODP, PDP, dan pasien positif Covid dengan analisis tidak ada keluhan akan dipulangkan untuk rawat jalan dan melakukan isolasi diri. Dengan begitu mengurangi resiko penularan pada masyarakat. Kendati dipulangkan, para pasien ini setiap harinya melaporkan kondisinya pada dokter.
“Kalau pulang dan ada rumah sendiri ya isolasi di rumah. Kalau nggak sendiri ya isolasi di kamar. Saya saat ini ada empat pasien yang rawat jalan,” imbuh dia.
Terkait penanganan pasien rawat jalan, keluarga telah diedukasi. Pihak rumah sakit juga melaporkan kondisi pasien yang rawat jalan pada Dinas Kesehatan Kota Surabaya, sehingga bisa dilakukan pengawasan melalui puskesmas setempat.

RSUD Ngudi Waluyo Siapkan 25 Kamar dan Tim Medis Khusus COVID-19
Setelah ditunjuk sebagai Rumah Sakit Rujukan Corona Virus Disease (Covid-19) di Jawa Timur oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, RSUD Ngudi Waluyo siapkan 25 Kamar dan Tim Medis Khusus.
Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, MMRS mengatakan, secara resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar menjadi rumah sakit rujukan penyakit Corona Virus Disease (Covid-19) di Jatim.
“Ini sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran Virus Corona di Kabupaten Blitar,” kata Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, MMRS.
Lanjut dr. Endah Woro Utami, MMRS salah satu dasar ditunjukknya RSUD Ngudi Waluyo Wlingi ini dengan melihat perkembangan jumlah penderita Virus Corona di Jatim terus meningkat dan perlu adanya penambahan rumah sakit rujukan dari sebelumnya 44 menjadi 75 rumah sakit termasuk RSUD Wlingi.
“Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pelayanan pemeriksaan terkait wabah corona di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi,” jelasnya.
Selain itu dikatakan dr. Endah Woro Utami, MMRS, mengingat banyak pekerja luar negeri dan luar kota berasal dari Kabupaten Blitar maka ditunjuknya RSUD Ngudi Waluyo bisa meminimalisir Covid – 19, dimana pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak 25 kamar dan Tim khusus seperti tenaga medis, tenaga perawatan, dokter umum serta dokter paru.
“Nantinya semuanya akan disiagakan 24 jam untuk menangani pasien rujukan, suspect maupun positif corona,” imbuhnya. [htn.ina]

Tags: