Operasi Pekat Semeru 2021, Polres Jombang Tangkap 30 Tersangka Narkoba

Kasatresnarkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid dan para tersangka kasus Narkoba hasil Operasi Pekat 2021, Selasa (06/04).

Jombang, Bhirawa
Aparat kepolisian dari Polres Jombang berhasil menangkap 30 tersangka dari 27 kasus Narkoba pada Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar selama 12 hari terhitung mulai 22 Maret hingga 2 April 2021 di wilayah hukum Polres Jombang. Mereka terdiri dari bandar dan pengedar Narkoba.

“Mayoritas para pengedar dan bandar ini karena faktor ekonomi. Karena dampak pandemi ini, mereka yang biasanya kerja kemudian keluar dari perusahaan, ada yang berdagang sepi akhirnya beralih cari uang dengan cara instan dan cepat dengan jalan menjadi pengedar Narkoba,” kata Kasatresnarkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid, Rabu (07/04).

AKP Moch Mukid menuturkan, pada Operasi Pekat tahun 2021 ini, Polda Jatim menargetkan 2 kasus Narkoba. Rupanya, kerja keras anggotanya dan polsek jajaran berhasil mengungkap sebanyak 27 kasus narkoba dengan 30 tersangka pengedar dan bandar yang berbeda jaringannya. Dari Jumlah ungkap kasus tersebut, Mukid menyebut ada peningkatan 30 persen dari sebelumnya.

“Tahun ini ada peningkatan 30 persen. Ungkap kasus 12 hari kita amankan Barang Bukti 13, 84 gram sabu-sabu, uang Rp 8 Juta dan sejumlah peralatan sabu-sabu serta timbangan elektrik,” jelasnya.

Dia menambahkan, barang haram yang diedarkan di Kabupaten Jombang dipasok dari daerah Mojokerto. Dari puluhan pengedar Narkoba yang diringkus, hampir seluruhnya menggunakan pola komunikasi terputus dan sistem ranjau yang merupakan modus jual beli Narkoba di mana antar keduanya tidak bertemu secara langsung, lalu uang untuk transaksi diserahkan dengan cara transfer.

Dalam sistem ranjau, pengedar memesan barang kepada bandar dan barang yang dipesan tersebut diantarkan melalui jasa kurir. Kurir mengambil barang di lokasi yang disepakati dan selanjutnya mengirim dan meletakkannya di lokasi yang akan didatangi pengedar.

“Semua barangnya (sabu) dipasok dari Mojokerto. Pola transaksinya masih tetap menggunakan sistem ranjau dan komunikasinya terputus, jadi agak sulit dilacak,” ucapnya.

Masih menurutnya, ke 30 tersangka Narkoba tersebut dijerat dengan pasal 114 jo pasal 112 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.(rif)

Tags: