Operasional RSUD Campurdarat Tulungagung Terganjal Perda SOTK

Bambang Triono

Tulungagung, Bhirawa
Pemkab Tulungagung dalam waktu dekat masih belum bisa mengoperasionalkan RSUD Campurdarat. Masalahnya, Perda Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) belum mencantumkan RSUD Campurdarat sebagai UPTD yang berada dibawah naungan Dinas Kesehatan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Bambang Triono, Senin (13/1), mengungkapkan pengoperasionalan RSUD Campurdarat harus mengubah Perda SOTK. “Karena itu kami saat ini sedang memproses agar RSUD Campudarat masuk dalam Perda SOTK,” ujarnya.
Bambang Triono belum bisa memastikan kapan Perda SOTK yang memuat nama RSUD Campudarat tersebut selesai dibahas dan ditetapkan oleh DPRD Tulungagung. Ia menyebut sekarang proses perubahan Perda SOTK sedang diusulkan ke Bagian Organisasi dan Bagian hukum Setda Kabupaten Tulungagung.
“Harapannya pada tahun ini juga sudah dapat selesai itu perubahan Perda SOTK. Dan setelah itu baru RSUD Campurdarat dapat dioperasionalkan,” tuturnya.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung ini membeberkan untuk gedung RSUD Campurdarat sudah ada yakni gedung yang saat ini dipakai oleh Puskesmas Campurdarat. “Di Puskesmas Campuradat itu sudah ada IGD-nya. Tinggal menambah instalasi-instalasi lain layaknya rumah sakit tipe D,” terangnya.
Menjawab pertanyaan, Bambang Triono menandaskan Pemkab Tulungagung saat ini sudah membangun Puskesmas baru di Desa Wates Kecamatan Campurdarat. Rencananya, Puskesmas tersebut nantinya akan dipakai sebagai Puskesmas Campurdarat.
“Nanti kalau Puskesmas Campurdarat sudah beralih status menjadi RSUD Campurdarat maka Puskesmas yang saat ini sudah dibangun di Desa Wates akan dijadikan sebagai Puskesmas Campurdarat. Jadi pada dasarnya kami sudah siap dengan operasional RSUD Campurdarat,” jelasnya.
Sebelumnya, pengalihan status Puskesmas Campurdarat menjadi RSUD Campurdarat sudah diminta oleh Komisi C DPRD Tulungagung. Bahkan sudah sejak dua tahun lalu.
Saat itu, anggota Komisi C DPRD Tulungagung, Heru Santoso, mengungkapkan usulan peningkatan status tersebut mengemuka setelah Komisi C DPRD Tulungagung melakukan observasi di Puskesmas Campurdarat. “Ada usulan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat menjadikan Puskesmas Campurdarat beralih status menjadi RSUD tipe D,” ujarnya.
Heru Santoso menyatakan peningkatan status Puskesmas Campurdarat menjadi RSUD tipe D sudah harus dipikirkan karena keberadaan RSUD dr Iskak yang kini sudah menjelma menjadi rumah sakit rujukan regional Jatim selatan dan seringkali kelebihan pasien yang ditangani. “Apalagi jumlah penduduk Tulungagung sudah 1,2 juta jiwa. Sementara tempat tidur pasien di RSUD dr Iskak hanya 600 buah saja. Masih jauh dari proporsional dengan jumlah penduduk yang idealnya 1:1.000,” paparnya. (wed)

Tags: