Optimalkan Penanggulangan Kemiskinan, Pemkab Sosialisasikan Program Jatim Puspa

Suasana kegiatan alsosialisasi program Jatim Puspa di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur yang diselenggarakan di Aula Sabha Bina Praja 1 Pemkab setempat. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Guna mengoptimalkan program penanggulangan kemiskinan perdesaan melalui fasilitasi bantuan dan pendampingan bagi KPM. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kabupaten Program Jatim Puspa (Pemberdayaan Usaha Perempuan) Tahun 202 di Aula Sabha Bina Praja 1, Rabu (7/4).

Sebanyak 295 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bondowoso, menjadi sasaran program Jatim Puspa Tahun 2021. Adapun rincian penerima di Bondowoso tersebar di 9 desa 5 kecamatan. Yaitu Desa Tanah Wulan Kecamatan Maesan sebanyak 43 KPM. Di Kecamatan Grujugan ada tiga desa, yaitu Desa Pekauman sebanyak 24 orang, Dawuhan 32 KPM, dan Tegal Mijin 29 orang.

Selanjutnya di Kecamatan Tamanan dua sesa, yakni Desa Mengen 32 penerima dan Sumber Anom 32 KPM. Adapun Kecamatan Sumberwringin, disaluran di Desa Sukosari Kidul untuk 34 KPM, dan Desa Rejo Agung 36 penerima. Terakhir Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal sebanyak 33 orang.

Bupati Bondowoso melalui Asisten 1, Wawan Setiawan mengatakan, kegiatan Jatim Puspa merupakan salah satu ikhtiar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penanganan dampak Covid-19, salah satunya dengan pemberdayaan usaha perempuan (Jatim Puspa) yang di fokuskan untuk peningkatan pendapatan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Sasaran Jatim Puspa perempuan yang memiliki usaha dan memiliki tingkat kesejahteraan 8-12 persen terendah berdasarkan Data Terpadup Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos,” katanya.

Kata dia, program Jatim Puspa ini juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan sehingga dapat meningkatkan ketahanan sosial dan ekonominya.

“Dengan program ini, pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di desa ditengah pandemi covid-19 bisa meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Haeriyah, mengakatan, program ini untuk mengoptimalkan dan mengefektifkan program penanggulangan kemiskinan perdesaan melalui fasilitasi bantuan dan pendampingan bagi KPM.

“Selain pendampingan usaha KPM oleh pendamping desa, juga mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas usaha KPM,” katanya.

Haeriyah mengatakan, setiap Keluarga Penerima Manfaat menerima bantuan dari provinsi berupa uang yakni senilai Rp 2,5 juta.

“Bantuan ini dari provinsi berupa uang. Tetapi oleh pendamping dibelikan barang, yang disesuaikan untuk kebutuhan modal usaha atau jenis usaha,” paparnya.

Menurutnya, desa dan kecamatan yang jadi lokasi penyaluran ditunjuk langsung oleh Provinsi Jawa Timur. Yang mana KPM juga telah ditentukan oleh Provinsi Jawa Timur.

“KPM juga ditentukan dari provinsi, kita hanya pendampingan dalam Jatim Puspa,” urainya.

Menurutnya, Progam Jatim Puspa untuk pemberdayaan perempuan yang jadi tulang punggung keluarga. Sekaligus pengentasan kemiskinan apalagi di tengah pandemi Covid-19.

“Jumlah masyarakat miskin kita meningkat. Karena dipengaruhi kondisi ekonomi di tengah pandemi. Mereka tidak beraktivitas dengan baik,” jelas Perempuan yang juga Plt. Kadis Dikbud itu.

Dijelaskannya, bahwa adapun yang menjadi prioritas program ini adalah mereka yang betul-betul membutuhkan dan sudah memiliki usaha, butuh disupport pengembangan usaha.

“Sudah pasti ada pengawasan dari pendamping dan Pemkab, juga dari Provinsi. Tidak semua kabupaten berjalan, tetapi di Bondowoso sudah tiga kali berjalan sesuai petunjuk, dan tak ada temuan,” tandasnya.

Sedangkan strategi yang dilakukan dalam program Jatim Puspa ini yakni diantaranya Stimulus Modal Usaha Ekonomi Produktif; Pendampingan Usaha KPM oleh Pendamping Desa; Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha KPM; Fasilitasi Pemasaran Produk KPM; dan Menciptakan Jaringan Usaha KPM.

Informasi dihimpun, adapun total anggaran yang digelontorkan untuk program Jatim Puspa di Kabupaten Bondowoso yakni sekitar Rp 866 juta. [san]

Tags: