Optimalkan Pertura Sebagai Media Komunikasi Publik

Workshop Pertunjukan Rakyat (Pertura) 2014Pemprov Jatim, Bhirawa
Kemajuan teknologi yang tak bisa dibendung akhir-akhir ini cenderung membuat degradasi tradisi dan nilai budaya lokal. Nilai kearifan lokal pelan namun pasti sedikit mulai ditinggalkan masyarakat, dan beralih pada media kontemporer.
Mencermati fenemona yang bisa mengancam kelangsungan budaya lokal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jatim berinisiatif mengadakan Workshop Pertunjukan Rakyat (Pertura) 2014, di Aula Dinas Kominfo Jatim, Selasa (2/12). Dalam workshop tersebut, dibahas perkembangan media yang saat ini sangat pesat dan harus dilakukan tindakan antisipasinya.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jatim, Harjogi mengatakan, perkembangan media sekarang sangat pesat, terbukti dengan adanya media cetak, televisi, radio bahkan yang tengah digandrungi baru-baru ini media internet. Masyarakat di hadapkan pada pilihan yang beragam, sementara media tradisional semakin terbenam padahal itulah sebetulnya jati diri manusia Jatim.
“Setiap hari kita pasti berinteraksi dengan media, respon masyarakat pada media kontemporer begitu luar biasa sedangkan media tradisional semakin ditinggalkan. Saya yakin apabila terus didorong dan dimaksimalkan media tradisional seperti wayang dan pertunjukan rakyat yang lain akan menjadi media alternatif yang diminati,” paparnya.
Harjogi mengilustrasikan, pertunjukan rakyat dengan pasukan Infantri milik TNI yang mampu menjangkau segala medan tanpa ada kesulitan sedikitpun. Menurutnya, pertunjukan rakyat lahir dari rakyat sehingga memiliki kelebihan pada aspek kedekatan lokalitas.
“Pertura ini kalau di TNI adalah pasukan infantrinya, masuk pada semua medan dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia berharap, melalui forum ini dapat merangsang pegiat seni dan budaya di daerah untuk lebih bekerja keras memotivasi dan mendidik masyarakat dengan mengemas pertura menjadi pertunjukan yang kreatif. “Mamang perlu dikemas dengan penuh kreatifitas agar dapat menarik minat masyarakat,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Bidang Jaringan Komunikasi Dinas Kominfo Jatim, Ambar Sulistyorini mengatakan, arti penting diselenggarakan acara ini adalah para pelaku pertura dapat meningkatkan kompetensi dalam menyajikan pertunjukan rakyat. Lebih lanjut, ia menjelaskan nantinya pertura dapat menjadi media penyalur informasi kepada masyarakat yang dapat menjangkau hingga ke pelosok desa.
“Kami berharap setelah kompetensi pegiat pertura semakin baik dan bisa menunjukkan sesuatu yang menarik bagi masyarakat nantinya akan bisa menjadi mitra pemerintah dalam mendistribusikan informasi. Baik yang berkaitan dengan kebijakan, program kerja maupun informasi kebencanaan,” ungkapnya. [iib]

Tags: