Otoritas Jasa Keuangan Blokir 3.800 Aplikasi Pinjaman Online Ilegal

Kepala OJK Jember Hardi Rofiq Nasution.

Jember, Bhirawa
Maraknya aplikasi pinjaman online (pinjol) yang beredar ditengah masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat untuk mengenali aplikasi pinjol yang menawarkan pinjaman dana secar online terlebih dahulu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala OJK Jember Hardi Rofiq Nasution, Rabu (1/9). Menurut Hardi, aplikasi pinjol tersebut ada yang sudah terdaftar secara resmi ke OJK (legal) dan ada yang ilegal. Biasanya, kata Hardi, pinjol ilegal tidak dilengkapi data dan aturan yang jelas. “Seperti kejadian yang menimpa salah seorang Nakes di Kec Balung Jember beberapa waktu lalu, akibat tidak kuat tekanan penagih, sampai bunuh diri,” ujar Hardi kemarin.

Setelah kejadian, ujar Hardi OJK melakukan koordinasi dengan Mapolsek Balung. Informasi yang diterima, ternyata ada 15 aplikasi penjol ilegal yang melakukan tagihan melalui handphone korban.” Berdasarkan informasi ada 15 penjol ilegal yang melakukan tekanan melalui hendphone korban. Dan aplikasi mereka secara otomatis di take down (blokir),” katanya.

Hardi mengaku, hingga saat ini sekitar 3800 aplikasi pinjol ilegal yang di blokir secara nasional. ” Rata-rata ada 200 aplikasi pinjol ilegal yang di blokir. “Tali ya gitu, kita blokir aplikasi mereka, besok muncul lagi aplikasi yang lain. Apalagi server mereka ada di luar negeri, sehingga dibutukan koordinasi lintas negara. Kita sudah melakukan kerjasama dengan 18 instansi untuk menangkap pelakunya,’ terangnya.

Untuk mengetahui sistem kerja mereka (penjol ilegal), Hardi pernah mencoba pinjam melalui aplikasi pinjol ilegal. ” Saya pernah pinjam Rp 1 juta waktu itu, dan dana pinjaman yang masuk ke rekening cuman Rp.700 ribu. Biasanya, kalau kita pinjam ada aturan main yang yang harus di ketahui nasabah, tapi ini (pinjol) tidak ada sama sekali. Satu minggu kemudian, mereka sudah melakukan penagihan. Saya waktu itu langsung bayar Rp 1.056 juta. Yang Rp.1 juta itu pinjaman, yang Rp 56 ribu itu bunga yang harus dibayar setiap hari. Kalau nasabah yang tidak bisa bayar, diarahkan ke pinjol lainnya yang merupakan jaringan mereka,” tandasnya.

Oleh sebab itu, Hardi berharap kepada masyarakat agar sebelum melakukan pinjaman, harus kenali dulu pinjol itu ilegal atau legal ke OJK atau 157.” Nanti akan diketahui pinjol yang berijin dan dan pinjol yang illegal,” harapnya.[efi]

Tags: