Overload, Rektor UB Akan Kurangi Jumlah Mahasiswa Baru

Prof Dr Ir Moh Bisri

Prof Dr Ir Moh Bisri

Kota Malang, Bhirawa
Kampus Universitas Brawijaya (UB) sudah overload karena itu kampus  akan melakukan pengurangan jumlah mahasiswa baru pada 2014 ini. Sebaliknya UB akan memacu jumlah mahasiswa program magister dan doktor.
Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang Prof Dr Ir Moh Bisri mengatakan  pengurangan mahasiwa S1 dilakukan agar UB menjadi kampus yang ideal. Karena saat dia dilantik oleh Mendikbud pekan kemarin, secara khusus mendapatkan pesan untuk membawa UB lebih maju lagi.
“Saya mendapat pesan dari Mendikbud agar kualitas UB di tingkatkan dengan menambah mahasiswa program  magister dan doktor, karena saat ini yang terbanyak masih program S1 sedangkan magister dan doktor masih belum seimbang,”terang Bisri usai  acara pisah sambut Rektor UB di Gedung Samatha Krida kampus setempat,  Senin (23/6) kemarin .
Bisri yang menjadi Rektor UB periode 2014-2018 ini menargetkan semasa kepemimpinannya nanti,  ada keseimbangan antara mahasiswa S1, S2, dan S3.  Jika di luar negeri kata dia, jumlah mahasiswa  S2 dan S3 itu justru lebih banyak dibandingkan dengan jumlah mahasiswa S1.
Namun demikian di UB, tidak akan seperti itu. Setidaknya jumlah mahasiswa S1 sebanyak  60 persen, sedangkan mahasiswa S2 dan S3 jumlahnya  40 persen. Dengan demikian kualitas UB ke depan akan lebih baik. Karena hingga saat ini Mendikbud masih mengakui jika UB merupakan kampus terbaik di Indonesia.
“Pengurangan jumlah mahasiswa S1 akan kita mulai pada tahun ini juga, ini khusus untuk jalur mandiri. Berdasarkan data jumlah jalur mandiri pada 2013 lalu, sebanyak 4.000 orang, tahun ini maksimal 2.000 orang saja,”imbuh mantan Dekan Fakultas Teknik ini.
Namun demikian pihaknya tetap akan menerima mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, dengan biaya kuliah gratis  melalui program Bidikmisi. Ini semua dilakukan demi mewujudkan kampus UB menuju Word Class University.
Selain  itu, pihaknya, juga akan melakukan optimalisasi di kampus-kampus UB di Dieng, dan kampus Kediri agar mahasiswa tidak tersentral di kampus pusat saj . “Kami ingin menata lagi semua lini, termasuk   masalah perparkiran. Saat ini jumlah lahan parkir juga semakin menyempit, makanya kita akan koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan  yang memiliki keahlian di bidang ini sehingga panataan parkir di UB tidak amburadul,”terangnya.
Meski akan melakukan beberapa perubahan di UB, Bisri tetap memberikan pujian kepada pendahulunya Prof Dr Ir  Yogi Sugito. Menurut Bisri,  Yogi Sugito, telah  merintis UB menjadi  besar. Dia berjanji akan melanjutkan dan menambahkan persoalan-persoalan  yang masib belum  dilakukan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Yogi Sugito, beliau sudah delapan tahun memimpin UB, sehingga menjadi sebesar ini. Kami akan membenahi dan melanjutkan semuanya, baik dari sisi akademis, maupun non akademis. Makanya kami minta dukungan semua pihak,  agar kami mampu mengemban amanah ini dengan baik,”imbuhnya. [mut]

Tags: