PA Situbondo Tangani 3. 155 Kasus Perceraian

PA SitubondoSitubondo, Bhirawa
Angka perceraian di Kabupaten Situbondo masih cukup tinggi. Terbukti, selama tahun 2014 Kantor Pengadilan Agama (PA) menerima 3.155 kasus perceraian.  Dari jumlah tersebut baru 2. 327 kasus yang sudah diputus majelis hakim Pengadilan Agama Kabupaten Situbondo.
Ada yang menarik, dari jumlah kasus penceraian ini, tertinggi ternyata cerai gugat atau pihak istri yang mengajukan perceraian. Jumlahnya mencapai 1.451 kasus. Sedangkan cerai talak atau pihak suami yang mengajukan cerai sebanyak 1. 065 kasus.
Masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Faktor tertinggi perceraian disebabkan karena tidak adanya keharmonisan yaitu sebanyak 748 kasus. Diurutan kedua disebabkan oleh tidak adanya tanggung jawab yang mencapai 222 kasus.
Penyebab tertinggi lainnya  kasus perceraian adalah kehadiran pihak ketiga sebanyak 337 kasus. Sedangkan masalah cemburu mencapai 222 kasus. Yang tak kalah menariknya ada pula kasus perceraian disebabkan karena kawin paksa sebanyak 29 kasus. Sedangkan masalah yang disebabkan faktor ekonomi jumlahnya masih sangat kecil, yaitu 4 kasus.
Untuk kasus perceraian yang disebabkan karena poligami atau ditinggal suami menikah lagi hanya 2 kasus. Menurut Muhammad Fikri, PLT Sekretaris Panitra Pengadilan Agama Kabupaten Situbondo, dari 3.155 kasus perceraian selama 2014, ada 353 kasus merupakan sisa tahun 2013 lalu. [awi]

Tags: