Pagu Bangku Kosong SMA Kawasan Tiba-tiba Berkurang

3-daftar-sekolah-kekurangan-siswaDindik Surabaya, Bhirawa
Lima SMA kawasan yang belum dapat memenuhi pagu pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur sekolah kawasan akhirnya kembali membuka di jalur umum mulai Kamis, kemarin (3/7). Sayang, pada hari pertama pembukaan, pagu bangku kosong atau sisa kursi sejumlah SMA kawasan tiba-tiba berkurang.
Seperti yang terjadi di SMAN 19 Surabaya. Diketahui dari hasil seleksi jalur kawasan lalu sebanyak 73 siswa diterima, dengan pagu yang tersedia 356 kursi. Semestinya, dalam pendaftaran jalur umum ini sekolah tersebut masih tersedia 283 bangku kosong yang belum terisi. Namun saat dikroscek melalui website PPDB milik Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, pagu SMA tersebut hanya tersisa 263 kursi. Dengan demikian, masih ada 20 kursi yang tiba-tiba hilang dan mengurangi pagu yang sebenarnya.
Hal serupa juga terjadi di SMAN 20. Di sekolah tersebut, awalnya pagu masih tersisa 223 kursi. Namun berkurang saat jalur umum dibuka menjadi 188, alias hilang 35 kursi. Sementara di SMAN 3 justru terjadi sebaliknya. Pagu bangku kosong yang semula hanya 298 kursi tiba-tiba berubah menjadi 309, atau bertambah 11 kursi. Sedangkan dua sekolah kawasan lainnya yang juga kekurangan siswa, yaitu SMAN 13 dan SMAN 21 tidak terjadi perubahan pagu bangku kosong.
Kepala SMAN 19 Muhammad Zainuri saat dikonfirmasi mengaku kaget dengan perubahan jumlah tersebut. Dia mengaku tidak tahu menahu mengapa tiba-tiba pagu bisa berkurang. Sementara semua data pendaftaran online yang mengelola adalah Dindik Surabaya. “Iya memang hari ini (kemarin) kami buka kembali di jalur umum. Tapi saya tidak tahu kenapa berkurang. Nanti akan kita konfirmasi lagi ke Dindik Surabaya,” tuturnya singkat saat dihubungi melalui telepon.
Hal senada juga diungkapkan Kepala SMAN 3 Surabaya Nuri Maria. Saat dikonfirmasi jumlah pagu di sekolahnya bertambah, dia langsung membantah. Dia mengatakan jika di sekolahnya pagu bangku kosong hanya 298, bukan 309. “Benar 298 kok, malah saya baca di koran hari ini (kemarin) juga segitu. Saya malah tidak tahu kalau bertambah,” tuturnya kaget.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua PPDB Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh mengakui terjadi kekeliruan jumlah pagu sisa di beberapa sekolah kawasan. Menurut dia, hal itu terjadi karena masih ada sinkronisasi data server yang dimiliki Dinas Pendidikan dengan milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
“Contohnya di SMAN 3 Surabaya, sisa pagunya sebenarnya 298. Itu setelah dikurangi dengan jumlah siswa yang diterima di jalur sekolah kawasan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Yusuf, karena dalam masa sinkronisasi antar server, beberapa data akan dicek kembali jika terdapat kekeliruan. Data yang tak tepat dalam waktu dekat segera diubah.
Bagaimana dengan pendaftaran jalur umum di beberapa sekolah kawasan yang masih belum memenuhi kuota? Pria yang juga menjabat Kabid Ketenagaan Dispendik Surabaya ini mengaku tidak khawatir. Sebab, pendaftaran jalur umum masih kurang dua hari lagi. “Doakan saja pagunya segera penuh dan tidak ada sekolah yang kekurangan. Bagi yang belum mendaftar ke sekolah tujuan, segeralah mendaftar. Lebih cepat lebih baik,” ujarnya. [tam]

Tags: