Pakar Geologi Sebut Malang Selatan Rawan Gempa

Surabaya, Bhirawa
Gempa berkekuatan 6.7 SR yang terjadi di 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang, Sabtu (10/4) pujul 14.00 WIB dengan kedalaman 25 km tak hanya dirasakan warga Malang dan sekitar. Meski tak berpotensi tsunami, namun getaran juga dirasakan hingga Surabaya dan Jogjakarta.
Terkait hal itu, Pakar Geologi Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Amien Widodo menyebut Malang Selatan memang rawan gempa karena berada di area tumpukan dua lempeng besar. Yakni lempeng Euro Asia dan Indo Australia yang terjadi tumbukan sehingga menyusup ke Pulau Jawa.
“Gempa kali ini karena magnitudonya besar dan kedalamannya mungkin berbeda dengan sebelum-sebelumnya makanya terasa di berbagai wilayah selain Malang, laporan BMKG juga menyebut wilayah yang terdampak luas,” ungkapnya, Sabtu (10/4).
Menurut pria yang juga peneliti bencana ini, pertemuan lempeng sudah ada sejak jutaan tahun. Gempa juga pernah terjadi pada tahun 1960an karena benturan lempeng seperti saat ini.
“Lempeng indo australia menyusup ke pulau Jawa memang memiliki karakter menimbulkan gempa dengan magnitudo cukup besar bisa diatas 6 SR,” ujarnya.
Sehingga masyarakat di Pulau Jawa, harus mewaspadai benturan lempeng euroasia dan Indo australia. [ina]

Tags: